Pangkalpinang (ANTARA) - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) melalui Program Business Matching memfasilitasi pelaku UMKM dengan pelaku ritel modern dan investor (buyer), guna membantu pelaku usaha produk halal memperluas pasar ekspor.
"Hari ini kita mempertemukan 15 pelaku usaha produk halal dengan 31 buyer," kata Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati saat membuka Halal Business Connect di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan business matching di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan program strategis LPPOM untuk mempertemukan para pelaku usaha produk halal khususnya UMKM dengan calon mitra bisnis seperti ritel modern, pembeli hingga investor, guna meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.
"Kita berharap ujungnya nanti akan ada transaksi antara pelaku produk halal ini dengan para buyer secara berkelanjutan, sehingga dapat mendorong perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menilai sertifikasi halal produk UMKM di Indonesia khususnya Kepulauan Bangka Belitung ini tidak berhenti di sertifikat produk saja, tetapi bagaimana pelaku UMKM ini bisa naik kelas menjadi lebih besar dan bersaing di pasar global.
"Kita ingin produk halal ini lebih banyak, kualitas lebih bagus dan pemasaran produknya lebih luas di pasar lokal, nasional dan internasional," ujarnya.
Baca juga: LPPOM ajak pelaku usaha maksimalkan sisa waktu jelang wajib halal
Baca juga: LPPOM: Kolesom dengan alkohol 19,7 persen tergolong khamr
Ia menyatakan kegiatan halal business connect dan business matching ini, sebagai langkah LPPOM dalam mengedukasi pelaku usaha produk halal dalam memenuhi regulasi, peningkatan kualitas produk, pangsa pasar dan lainnya.
"Kita berharap dengan business matching bisa saling mengisi kebutuhan pelaku usaha produk halal dengan buyer, sehingga mereka terus berkembang dan memasarkan produk di pasar lokal tetapi pasar yang lebih luas," katanya.
Kegiatan itu merupakan rangkaian LPPOM Halal Connect 2026 yang mengusung tagline “Connecting the Halal Ecosystem”. Kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus memperluas akses pelaku usaha, khususnya UMK, terhadap sertifikasi, edukasi, pembiayaan, pasar, dan jejaring bisnis.
Sejumlah agenda terkait kegiatan LPPOM Halal Connect 2026 itu mulai dari peresmian gedung baru LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga peluncuran Halal Service Center (HSC), Halal Service Point (HSP), dan Program Agen Halal.
Baca juga: LPPOM: Produk makanan berbau pornografi tak bisa disertifikasi halal
Baca juga: LPPOM: Ekosistem halal perkuat RI di panggung ekonomi syariah global
Pewarta: Aprionis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.