Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai keterlibatan 21 negara dengan ribuan personel dalam Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dan penting dalam membangun komunikasi, kepercayaan, dan interoperabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut dia, latihan seperti itu bukan semata-mata tentang kemampuan tempur, tetapi juga bagaimana setiap negara membangun kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks.

"Pelaksanaan Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield 2026 merupakan langkah positif dalam memperkuat kerja sama dan diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat," kata Amelia dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa yang paling penting, Super Garuda Shield tidak hanya berbicara mengenai latihan militer. Amelia menilai adanya materi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana menunjukkan bahwa kapasitas kerja sama antarnegara dapat diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam hal ini, dia menilai Indonesia dapat memperkuat kemampuan pertahanannya sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan negara-negara mitra, tanpa kehilangan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Saya melihat latihan ini sebagai bagian dari diplomasi pertahanan yang konstruktif," ucap Amelia.

Pada prinsipnya, menurut dia, kekuatan pertahanan bukan hanya diukur dari seberapa kuat kemampuan militernya, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, kerja sama, kepercayaan, dan mencegah terjadinya konflik

Ajang SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan SGS merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.

"Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan," kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Ke-21 negara tersebut yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Agus mengatakan latihan ini dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.

Baca juga: Super Garuda Shield 2026 libatkan 4.743 personel dari 21 negara

Baca juga: TNI dan US Army latih kemampuan rudal hadapi serangan udara

Baca juga: TNI-AS siapkan latihan penembakan sasaran "drone" di SGS 2026

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.