Dari sisi omzet, 34,4 persen UMKM melaporkan peningkatan omzet setelah menggunakan pinjaman Kredivo dan 46,9 persen melaporkan omzet tetap.

Jakarta (ANTARA) - Hasil studi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group mencatat 96,9 persen peminjam modal usaha Kredivo merupakan pelaku usaha mikro, dengan 40,6 persen di antaranya pertama kali memperoleh akses kredit melalui Kredivo.

Co-Founder & Presiden Direktur Kredivo Indonesia Umang Rustagi, di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa studi bersama LD FEB UI menunjukkan kontribusi industri kredit digital kini tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran kredit, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.

Lebih lanjut, dalam hasil Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo, 69,7 persen UMKM menyatakan stabilitas arus kas menjadi pertimbangan dalam menggunakan pinjaman Kredivo.

Dari sisi omzet, 34,4 persen UMKM melaporkan peningkatan omzet setelah menggunakan pinjaman Kredivo dan 46,9 persen melaporkan omzet tetap. Di antara UMKM yang mengalami peningkatan omzet, mayoritas mencatat kenaikan sebesar 10-40 persen.

Secara keseluruhan, sebanyak 54 persen pinjaman yang disalurkan Kredivo pada 2025 tergolong sebagai kredit produktif. Dalam hal ini, kredit produktif didefinisikan sebagai kredit yang digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan (income-generating activities).

Modal usaha menjadi penggunaan terbesar kredit produktif Kredivo dengan porsi mencapai 48 persen. Sementara penggunaan kredit produktif lainnya mencakup dana pendidikan sebesar 26 persen, dana kesehatan 14 persen, serta biaya renovasi rumah 12 persen.

Untuk kredit yang digunakan sebagai modal usaha, sebanyak 40,6 persen digunakan untuk membeli bahan baku; 37,5 persen untuk menambah modal kerja; dan 9,4 persen untuk menutup kebutuhan operasional rutin.

Berdasarkan data internal Kredivo, jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit produktif untuk modal usaha meningkat 15 kali lipat pada 2025 dibandingkan 2019. Dari penerima kredit usaha tersebut, sebanyak 48 persen merupakan perempuan.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw memandang bahwa perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling sulit dijangkau sistem keuangan formal, namun justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo.

Ia menambahkan, yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Menurutnya, di situlah dampak sosial dan ekonomi mulai terbentuk.

“Saya rasa Kredivo setelah 10 tahun, dengan mengeluarkan laporan sosial ekonomi, untuk melihat bahwa ini adalah kelompok-kelompok yang memang lima tahun terakhir sudah menjadi perhatian, termasuk akses kredit kepada kelompok perempuan,” kata Paksi.

Hasil studi juga memotret perilaku peminjaman yang sehat dan bertanggung jawab. Rata-rata debt to income ratio (DTI) atau tingkat kesehatan rasio utang berada di kisaran 10-19 persen dari total pendapatan, yang masih tergolong sangat aman.

Sebanyak 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berkat rekam jejak pembayaran yang disiplin, sementara 65,7 persen pengguna tergolong well-literate secara finansial.

Studi juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan Kredivo. Pada 2025, Kredivo berkontribusi sekitar Rp33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan 2019.

Studi ini mencakup sepuluh tahun perjalanan Kredivo di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Untuk pendekatan kuantitatif, survei dilakukan terhadap 67 pelaku UMKM dan 730 pengguna, dilengkapi data internal Kredivo, statistik berbagai institusi, serta perbandingan industri. Sementara pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 10 pelaku UMKM dan 20 pengguna.

Baca juga: OJK minta Kredivo-KreditFazz investigasi intern soal tindakan penagih

Baca juga: Studi sebut 54 persen kredit Kredivo di 2025 buat kebutuhan produktif

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.