Jakarta (ANTARA) - Indonesia dinilai perlu mendorong BRICS menjadi forum yang moderat dan demokratis, dengan kinerja yang terukur tanpa menimbulkan kesan sebagai blok ekonomi baru yang berpotensi menyaingi blok yang dipimpin Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan oleh pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah, merujuk pada posisi Indonesia sebagai anggota BRICS yang bergabung pada Januari 2025.

"Target yang perlu dikejar RI menjadikan BRICS sebagai forum yang moderat, demokratis, disertai kinerja yang terukur, tanpa terkesan sebagai sebuah blok ekonomi yang baru dengan potensi besar mengalahkan blok pimpinan AS," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, Indonesia memiliki kredibilitas tinggi karena terus menyesuaikan pembangunan nasional dengan tema kerja sama yang digaungkan BRICS setiap tahun.

Selain itu, Indonesia dinilai perlu terus menyelaraskan perkembangan BRICS dengan kerja sama Selatan-Selatan sehingga keanggotaan tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, demokratisasi yang sesuai dengan kearifan lokal, dan pembangunan lintas kawasan yang berbasis kesetaraan dan persaudaraan.

Reza menambahkan bahwa Indonesia telah mampu menempatkan diri sebagai anggota baru BRICS yang kredibel dengan membangun peran sesuai dengan rujukan dan mekanisme yang berlaku dalam kelompok tersebut.

Dalam membentuk agenda BRICS ke depan, lanjut dia, Indonesia hendaknya senantiasa merujuk pada pengalaman negara-negara yang telah lebih dahulu maupun yang bergabung setelah Indonesia.

"Dalam membentuk agenda BRICS ke depan, RI hendaknya terlebih dahulu mampu mengesankan dirinya sebagai negara yang tidak mengejar kepemimpinan dalam BRICS, dan senantiasa merujuk pada mereka yang lebih awal masuk BRICS dan mereka yang masuk BRICS setelah Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Indonesia perlu terus mendorong pertukaran pengalaman dalam menjawab tantangan Sustainable Developent Goals (SDGs) di kalangan anggota BRICS, dengan cara saling berbagi pengalaman terbaik.

KTT BRICS akan digelar di New Delhi, India pada 12-13 September.

Negara-negara yang tergabung dalam BRICS antara lain Indonesia, Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Baca juga: Kemlu: Indonesia dorong agenda inklusi keuangan di KTT BRICS

Baca juga: Memanfaatkan keunggulan strategis Indonesia di OECD dan BRICS

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.