Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Informasi Harry Ara Hutabarat menyatakan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin besar di Jakarta.
“Tingginya volume sampah yang terus bertambah setiap hari membuat upaya pengurangan sampah dari sumber menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” kata Harry di Jakarta, Kamis.
Harry menegaskan bahwa keberhasilan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tidak hanya diukur dari tersedianya sarana pemilahan sampah, namun juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di lokasi pengelolaan sampah akibat gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah organik.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan sampah dapat berkembang menjadi ancaman lingkungan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
"Ini bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu menimbulkan persoalan lebih besar. Karena itu, kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berjalan begitu saja," katanya
Ia menilai gerakan pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling sederhana sekaligus paling efektif untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di hilir.
Namun, ia Harry juga mengingatkan perubahan perilaku masyarakat tidak dapat terjadi secara instan dan membutuhkan proses edukasi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh badan publik untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan gerakan pilah sampah.
Badan publik tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat tetapi juga menjadi teladan dalam menjalankan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kepentingan publik.
Langkah sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, kata dia, dapat menjadi awal yang baik dalam mendukung gerakan pilah sampah dari sumber.
“Apabila dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir,” kata dia.
Baca juga: KI komitmen edukasi gerakan pilah sampah berdampak luas ke masyarakat
Baca juga: KI DKI: E-Monev 2026 beri perhatian pada gerakan pilah dan kelola sampah
Baca juga: Guru Besar Unhas: 90 Persen sampah darat berpotensi jadi miikroplastik
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.