Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan dalam persiapan penggunaan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang lebih masif kini pihaknya tengah melakukan uji ketahanan sistem memastikan layanan tersebut bisa memfasilitasi 50 juta penerima bantuan sosial.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan besarnya jumlah masyarakat yang akan menggunakan layanan tersebut membuat kapasitas dan keamanan sistem menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis.

Baca juga: Luhut mengajak masyarakat jadi agen pelayanan perlinsos digital

Adapun sistem Perlinsos Digital itu diuji dengan dua jenis pengetesan yaitu stress test dan load test sebelum pelaksanaan bantuan sosial digital berlaku secara nasional pada Oktober 2026.

Kemkomdigi akan menguji kemampuan sistem menghadapi lonjakan akses melalui stress test dan load test itu bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pengujian tidak hanya mengukur kapasitas layanan, tetapi juga memastikan keamanan sistem dan perlindungan data masyarakat.

Baca juga: Luhut pastikan 50 juta warga miskin masuk sistem perlinsos digital

“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” kata Meutya.

Menurut Meutya, pemerintah juga akan mengatur pola akses masyarakat untuk menghindari penumpukan permintaan pada waktu yang sama.

Langkah ini menjadi penting karena gangguan layanan pada saat rollout dapat langsung berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan akses.

Digitalisasi bansos saat ini telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah. Pemerintah kemudian menyiapkan perluasan layanan hingga mencakup seluruh wilayah secara nasional.

Baca juga: Qodari: Perlinsos digital ubah proses 200 hari jadi lima menit

Meutya mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam memperluas layanan tersebut.

“Masyarakat sangat antusias, ini ditunggu-tunggu, dan karena itu, kita akan lakukan rollout nasional, tidak hanya lagi di 215 kabupaten,” katanya.

Namun, perluasan layanan tidak hanya bergantung pada kemampuan sistem menampung pengguna. Akurasi data penerima juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan digitalisasi bansos.

Baca juga: Kemkomdigi perkuat kedaulatan digital lewat tiga agenda prioritas

Untuk itu, Kementerian Komdigi dan kementerian maupun lembaga terkait telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital. Masyarakat dapat menggunakan mekanisme tersebut apabila menemukan data yang tidak sesuai dan mengajukan koreksi melalui sistem.

“Ketika ada data yang salah, silakan, kita juga sudah menyiapkan mekanisme sanggah secara sistem. Mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki,” ujar Meutya.

Mekanisme tersebut memungkinkan pemutakhiran data terus dilakukan setelah layanan berjalan. Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada pemindahan proses layanan ke sistem elektronik, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki data yang keliru.

Baca juga: Pemerintah mengoptimalkan sistem Perlinsos Digital

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.