Jakarta (ANTARA) - Pemeran film "Beautiful Pain", Tarra Budiman, memegang kunci penting untuk membuka ruang komunikasi yang jujur tentang orang-orang atau sesuatu yang memicu pengalaman traumatis di dalam film "Beautiful Pain".
Tarra mengatakan peran barunya mengajak Niken, yang diperankan oleh Raihaanun, berdamai dengan trauma masa lalunya dan melepas pikiran-pikiran yang membebani mentalnya.
"Menurut saya, 'Beautiful Pain' adalah sesuatu yang terkadang memang dibutuhkan oleh diri kita sendiri. Kekecewaan atau kesedihan kadang ingin dihindari semua orang, tapi kita lupa bahwa kesedihan itu justru harus kita rasakan supaya kita bisa tahu dan menghargai apa artinya kebahagiaan," kata Tarra saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis.
Baca juga: Film layar lebar perdana Dmaz Brodjonegoro tayang mulai 22 Oktober
Ia melanjutkan bahwa ketika seseorang berani berdamai dengan hal tersebut, ada sisi positif luar biasa yang didapatkan.
Tarra pun secara terbuka mengakui pengalaman pribadinya di masa kecil yang pernah menghadapi trauma oleh pola pengasuhan keluarga.
"Saya dulu punya trauma yang luar biasa kepada keluarga, dan belakangan saya coba selesaikan satu per satu karena bagi saya, komunikasi yang jujur dan terbuka itu adalah kunci utama," ujar Tarra.
Pria kelahiran 22 September 1986 tersebut menghadapi traumanya dengan cara berkomunikasi ke pihak keluarga agar bisa melepas beban berat dari pikiran, bukan sekadar memperoleh tanggapan yang mengenakkan hati semata.
Baca juga: Tarra Budiman ingin unjuk kemampuan lewat film "Beautiful Pain"
"Mau tanggapannya jadi berantakan seperti apa, hal itu tetap harus dikeluarkan," kata Tarra.
Tarra tidak menyarankan trauma dipendam terus-menerus karena itu dapat membuat mental seseorang semakin jatuh, semakin terpuruk dengan kesedihan, drama, dan rasa tidak nyaman.
"Pergi ke psikolog juga enggak apa-apa kok, sangat normal. Bukan berarti kita gila atau apa, tapi itu tandanya kita mau berbagi dan menerima kekurangan yang kita punya," Tarra menyarankan.
Baca juga: Vidio rilis original series terbarunya "Suami-Suami Masa Kini"
Ia mengatakan komunikasi terbuka, baik kepada orang yang dipercaya, maupun kepada profesional di bidangnya, bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam berpikir, mengambil keputusan, serta dalam berbicara.
"Tujuannya agar kamu bisa menegaskan kalau kamu tidak ingin hal menyakitkan itu terjadi lagi," ujar Tarra.
Dalam film "Beautiful Pain", Tarra berperan sebagai Randy, seorang "casting director" untuk sebuah judul sinetron yang memberi kesempatan kepada Niken untuk menjajal akting setelah kehidupannya terpuruk akibat perceraian. Kesempatan tersebut menjadi salah satu titik balik kehidupan Niken dan anak-anaknya.
Baca juga: Tarra Budiman ogah bawa tidur masalah
Dalam film drama psikologis "Beautiful Pain" garapan rumah produksi Dapur Film itu, Tarra dan Raihaanun diperlihatkan bersama barisan aktor-aktris ternama seperti Sha Ine Febriyanti, Baim Wong, dan Jajang C. Noer.
Film tersebut juga menampilkan Siti Fauziah, Dimas Aditya, Anantya Kirana, Evano Zyan, dan Nikita Mirzani.
Tarra mengatakan penonton harus menyaksikan film tersebut di bioskop pada 22 Oktober nanti untuk mengetahui alasan mengapa pertemuan Randy dan Niken akan menjadi bagian penting dalam pesan film tersebut.
"Itu sih, tonton tanggal 22 Oktober di bioskop. Jangan sampai enggak nonton ya," ujar Tarra.
Baca juga: Tarra Budiman padukan boxer dan knitwear terinspirasi hutan Indonesia
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.