Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu malam mengatakan negara tersebut kini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan mengecualikan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang baru-baru ini dimasukkan AS ke dalam cadangannya.

Berbicara dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas, Trump menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela yang diperkirakan sekitar 65 miliar barel. Ia menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah negara itu.

“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.

Gedung Putih mengumumkan rincian kesepakatan energi tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners (NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS (Pentagon), tanpa membebani pembayar pajak AS.

Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak untuk membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya.

Gedung Putih mengatakan NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak. Namun, Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian berdurasi 25 tahun.

Menurut Gedung Putih, kesepakatan itu diperkirakan menghasilkan royalti dan pajak senilai 200 miliar dolar AS (Rp3.517 triliun) selama 25 tahun pertama. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial.

Sumber: Anadolu

Baca juga: OPEC+ tak kurangi produksi minyak karena permintaan global pulih

Baca juga: Iran pulihkan 40 persen kapasitas produksi di ladang minyak yang rusak

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.