Ramallah (ANTARA) - Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric memperingatkan bahwa persediaan kebutuhan pokok di Jalur Gaza tidak memadai di tengah krisis pendanaan dan pembatasan ketat terhadap kemampuan mitra PBB untuk mengisi kembali persediaan tersebut.
Dalam jumpa pers pada Rabu malam, dengan mengutip mitra kemanusiaan PBB, jubir mengatakan serangan udara Israel dan serangan lainnya terus menyasar daerah berpenduduk, sehingga membahayakan warga sipil dan merusak properti.
Ia menyoroti serangan udara Israel yang menyasar sebuah bangunan di kamp pengungsi Al-Bureij dekat Deir al-Balah pada Selasa telah mengakibatkan sekitar 100 keluarga kehilangan rumah dan harta benda mereka.
Bangunan tersebut menampung dua sekolah PBB yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi dan sebuah toko roti yang didukung PBB.
Dujarric menegaskan kembali perlunya untuk selalu menghormati warga sipil dan objek sipil, termasuk pengungsian dan fasilitas kemanusiaan.
Sumber: WAFA
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.