Jakarta (ANTARA) - Aktor Tarra Budiman mengungkapkan adegan yang menurut dia paling menantang selama syuting film "Beautiful Pain."

"Kalau dari diri pribadi sih, kalau yang menguras emosi itu ada ketika aku ada scene satu marah-marah dan kita take-nya tuh benar-benar one take gitu," katanya saat mengunjungi ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis, untuk mempromosikan film.

"Kamera itu mem-follow sampai benar-benar adegan ini habis. Jadi itu tuh lumayan menguras energi saya," kata pemeran Randy dalam film "Beautiful Pain" itu.

Dalam adegan intens yang termasuk bagian penting dalam alur cerita film itu, Tarra harus menunjukkan luka batin sekaligus amarah.

"Itu yang paling sulit sih sebenarnya. Dan ya apa ya? Kalau aku bilang, mengeluarkan emosi yang sifatnya luka mendalam dari dalam diri itu jauh lebih sulit daripada membuat orang tertawa," kata Tarra.

"Soalnya di situ kan butuh sudut pandang penonton percaya kalau suasananya lagi tidak baik-baik aja," katanya.

Baca juga: Tarra Budiman ingin unjuk kemampuan lewat film "Beautiful Pain"

Menurut Tarra, seluruh proses syuting film "Beautiful Pain" arahan sutradara Dmaz Brodjonegoro berlangsung selama sekitar 16 hari pada 2023.

"Saya tidak ada penuh di seluruh 16 hari itu, cuma selama proses produksi berjalan, rasanya sangat menyenangkan," katanya.

"Kita syuting dengan orang-orang yang profesional, dengan sutradara yang mau mendengarkan," ia menambahkan.

Tarra berperan bersama pemeran ternama seperti Raihaanun, Sha Ine Febriyanti, Baim Wong, dan Jajang C. Noer dalam film "Beautiful Pain", yang dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 22 Oktober 2026.

Daftar pemeran film itu juga mencakup Siti Fauziah, Dimas Aditya, Anantya Kirana, Evano Zyan, dan Nikita Mirzani.

Baca juga: Aktor Tarra Budiman pegang kunci pemulihan trauma di "Beautiful Pain"

Baca juga: Afgan sisipkan pengalaman pribadi saat tampil di "Agensi Rumah Tangga"

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.