Jakarta (ANTARA) - Bek anyar PSIM Yogyakarta Ondrej Rudzan mengatakan dirinya masih menjalani adaptasi dengan cuaca di Indonesia setelah didatangkan pada bursa transfer musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi klub, Kamis, Ondrej menjelaskan cuaca tropis pada laga sore hari memberikan ujian fisik tersendiri, namun ia enggan menjadi hal itu sebagai alasan atas kurangnya performa di lapangan.
"Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya sama bagi semua pemain," ungkap Ondrej.
Pemain berkebangsaan Republik Ceko itu merasa gaya permainannya sangat membantu proses adaptasi terhadap kondisi cuaca yang cukup panas di daerah Yogya dan Bantul.
Menurutnya, ketika nanti PSIM mendapatkan jadwal bermain di malam hari, kondisinya akan berbeda. Ondrej menilai ini sebagai keuntungan bagi kondisi kebugaran fisik para pemain.
Baca juga: PSIM datangkan pemain asing anyar kedua Ondrej Rudzan dari Ceko
"Jadwal berikutnya kami akan berlaga pukul 19.00, sehingga cuacanya akan terasa jauh lebih nyaman bagi tim maupun bagi saya pribadi," jelas Ondrej.
Selanjutnya Ondrej menegaskan berkomitmen penuh untuk memperbaiki kekurangan tersebut demi meraih poin penuh pada laga selanjutnya setelah gagal mendapatkan kemenangan pada pekan perdana.
Pada pertandingan pekan perdana BRI Super League 2026/2027, PSIM Yogyakarta harus puas hanya mendapatkan satu poin ketika menjamu Persita Tangerang akhir pekan lalu.
PSIM Yogyakarta selanjutnya pada pekan kedua BRI Super League akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9) pukul 19.00 WIB.
"Oleh karena itu, kami harus membenahi karena pertandingan berikutnya akan serupa, dan kami tidak ingin kalah," tegas Ondrej.
Baca juga: Pelatih PSIM sebut skor 1-1 lawan Persita adalah hasil yang cukup adil
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.