Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar Konvensi Mutu atau Health Innovations Exhibition (Helix), pada Kamis, sebagai wadah gagasan dan strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Fasilitas kesehatan bukan cuma obat dan alat, tetapi juga rasa nyaman serta inovasi agar masyarakat mau berobat dan konsisten menjalani pengobatan,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, dr. Sahruna di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Asisten Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Barat, Depika Romadi, menyebut bahwa Helix 2026 mengusung konsep Helix Governance yang melibatkan lima unsur, yakni akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media.

"Untuk tahun ini, Helix mengangkat tema kesehatan ibu dan anak serta Keluarga Berencana," kata dia.

Menurut Depika, tema tersebut penting karena kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan kematian ibu, neonatal, bayi, serta stunting, masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara terpadu.

“Meskipun Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang relatif lengkap, risiko kematian dan komplikasi kehamilan serta persalinan tetap harus kita cegah, terutama melalui deteksi dini, pelayanan antenatal, persalinan yang aman, pelayanan neonatal dan sistem rujukan yang cepat,” tegasnya.

Helix 2026, kata dia, melibatkan dua rumah sakit swasta, empat RSUD Jakarta Barat, serta delapan puskesmas.

"Dengan kegiatan tersebut, diharapkan lahir inovasi pelayanan, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah akses kesehatan dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak," imbuhnya.

Baca juga: DKI terbitkan Pergub tarif retribusi layanan kesehatan di RSUD

Baca juga: Pemkot Jakbar semprot "water mist" serentak di delapan kecamatan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.