Arus peti kemas di TPK Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs, tumbuh 5,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 661.872 TEUs.
Semarang (ANTARA) - PT Pelindo Terminal Petikemas menyebutkan bahwa arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang, Jawa Tengah, saat ini didominasi kegiatan ekspor dan impor yang merupakan arus peti kemas internasional.
Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna, di Semarang, Kamis, menyebutkan bahwa pertumbuhan arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 5,53 persen
"Arus peti kemas di TPK Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs, tumbuh 5,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 661.872 TEUs," katanya.
Hal itu disampaikannya di sela Focus Group Discussion (FGD) Kajian Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Peningkatan Kapasitas TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan.
Ia mengatakan pertumbuhan tersebut, terutama ditopang oleh peningkatan arus peti kemas internasional yang mencapai 625.390 TEUs atau tumbuh 8,53 persen secara tahunan.
Berdasarkan data, pada periode Agustus 2025, arus peti kemas internasional di TPK Semarang hanya mencapai 576.246 TEUs.
Untuk komponennya, kata dia, impor sebesar 309.128 TEUs, atau naik 8,14 persen dari 285.862 TEUs, sedangkan ekspor 316.159 TEUs, atau naik 8,88 persen dari 290.380 TEUs.
Sedangkan arus peti kemas domestik atau dalam negeri tercatat hanya 73.011 TEUs atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 85.625,5 TEUs.
"Arus internasional menjadi pendorong utama pertumbuhan TPK Semarang," katanya.
Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Semarang Hari Ratmoko mengatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Mas memang "naik kelas", dalam hal muatan atau peti kemas yang diekspor maupun impor.
"Jadi, sudah hampir sejajar dengan Jakarta dan Surabaya, DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sudah waktunya. Jangan ragu lagi harus gerak cepat supaya cepat berkembang, tumbuh, sehingga semua potensi ekonomi bisa kita 'capture'," katanya lagi.
Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah dan DIY Teguh Arif Handoko mengakui bahwa investasi dan industri di Jateng semakin berkembang.
"Jadi, (Pelabuhan, red.) Tanjung Mas itu merupakan pintu utama untuk barang ekspor-impor maupun domestik antarnegara," katanya.
Namun, dia mengakui, infrastruktur logistiknya perlu ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan pengiriman barang yang akan semakin meningkat seiring pertumbuhan investasi dan industri.
"Ngapain sekarang pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot investasi yang luar biasa tapi infrastruktur logistiknya enggak terpenuhi? Malah nanti akhirnya lari ke timur, lari ke barat. Ya kita kan sendiri yang rugi," katanya pula.
Baca juga: TTL: Efektivitas 3 terminal dorong arus peti kemas tumbuh 13,3 persen
Baca juga: PT TPS catat arus peti kemas pada Juli tumbuh 11,79 persen
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.