Singapura (ANTARA) - Investasi tahunan pusat data di Singapura diperkirakan akan meningkat menjadi 19,2 miliar dolar AS pada tahun 2050 dari sekitar 7 miliar dolar AS pada tahun 2026, menurut perkiraan utama PwC sebagaimana warta Xinhua.
Investasi kumulatif diproyeksikan mencapai sekitar 330 miliar dolar AS selama periode 2026-2050, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan sekitar 4,3 persen. Estimasi tersebut mencakup pembangunan pusat data serta peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pada 2026, investasi peralatan TIK diperkirakan mencapai sekitar 5 miliar dolar AS, sementara investasi konstruksi diperkirakan sekitar 2 miliar dolar AS. Pada 2050, investasi TIK tahunan diperkirakan akan mencapai 16,6 miliar dolar AS, sementara investasi konstruksi diperkirakan sekitar 2,5 miliar dolar AS.
PwC mengatakan Singapura menghadapi peluang sekaligus kendala di tengah terus meningkatnya permintaan akan pusat data. Dengan lahan dan pasokan listrik yang terbatas, investasi perlu diarahkan pada beban kerja yang memberikan nilai strategis dan ekonomi paling besar.
Di Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, PwC memperkirakan investasi kumulatif pusat data mencapai sekitar 1,29 triliun dolar AS dari 2026 hingga 2050.
Investasi tahunan di keenam pasar tersebut diproyeksikan meningkat dari sekitar 36 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 69,7 miliar dolar AS pada 2050, dengan Singapura menyumbang sekitar seperempat dari total investasi di kawasan itu.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.