Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan oleh Kantor Berita ANTARA pada Kamis (10/9/2026), mulai dari penerimaan pajak tumbuh 23,7 persen year on year (yoy) yang mencapai Rp1.224,3 triliun per Juli 2026 hingga dukungan terhadap pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, untuk kelompok desil 9 dan 10.
Berikut rangkuman berita ekonomi kemarin yang layak disimak pagi ini :
Purbaya sebut pajak Juli tumbuh 23,7 persen, capai Rp1.224,3 triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penerimaan pajak per Juli 2026 mencapai Rp1.224,3 triliun atau tumbuh 23,7 persen (year-on-year/yoy).
Baca selengkapnya di sini
Purbaya sebut anggaran pembukaan rekening massal belum final
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final.
Baca selengkapnya di sini
Kemenekraf gandeng PH, kembangkan bisnis seni pertunjukan
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri untuk mengembangkan ekosistem seni pertunjukan agar tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
Baca selengkapnya di sini
Pertamina jajaki pemanfaatan minyak jelantah dari MBG diolah jadi SAF
Pertamina melalui Kilang Unit IV Cilacap menjajaki pemanfaatan minyak jelantah hasil program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat udara ramah lingkungan (SAF).
Baca selengkapnya di sini
Pertamina siap dukung pembatasan Pertalite untuk warga desil 9 dan 10
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan, pihaknya siap mendukung pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan biosolar, untuk warga masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan 10.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.