Jakarta (ANTARA) - Raja Charles III menegaskan bahwa sang putra dan menantu yakni Pangeran Harry dan Meghan Markle tetap menjadi anggota keluarga kerajaan yang tidak bekerja usai kembali ke Inggris.

Melansir Channel News Asia, Selasa (8/9) waktu setempat, sebuah surat yang dikirim atas nama raja kepada jajaran pejabat senior pemerintahan Inggris Raya menyatakan pasangan yang mundur dari tugas resmi kerajaan pada 2020 itu, akan terus menahan diri untuk tidak menggunakan gelar kerajaan.

Adapun surat itu dikirim oleh pejabat paling senior di lingkungan kerajaan yakni Lord Chamberlain termasuk dikirimkan untuk para lord lieutenant atau perwakilan pribadi raja di seluruh negeri.

Baca juga: Harry-Meghan telah tiba di Inggris bersama kedua buah hatinya

“Untuk membantu menghindari keraguan atau kebingungan, Raja telah mengarahkan agar informasi ini dibagikan,” tulis surat tersebut.

Perilisan surat pengumuman yang ditunjukkan untuk publik mengisyaratkan bahwa ada kekhawatiran pengamat istana yang memproyeksikan pasangan itu bisa menjadi saingan bagi anggota keluarga kerajaan lainnya yang aktif dan bekerja.

Lebih jauh, kegiatan yang dilakukan pasangan itu termasuk kegiatan sosial menjadi ranah pribadi keduanya dan tidak melibatkan istana.

Baca juga: Rencana kembalinya Harry-Meghan ke Inggris bukan hal yang mendadak

Sementara soal keamanan operasional keduanya, hal itu merupakan wewenang dari lembaga kepolisian. Persoalan ini sekaligus menjadi hal yang sensitif buat Harry, pasalnya ia telah lama berjuang agar perlindungan polisi yang didanai publik bisa kembali ia dapatkan meski ia telah melepaskan diri dari tugas kerajaan.

Wewenang perlindungan polisi 24 jam bagi Harry dan Meghan merupakan wewenang dari panel pemerintahan yang dikenal sebagai RAVEC atau Komite Eksekutif Kerajaan dan VIP.

Baca juga: Pangeran Harry & Meghan Markle akan kembali ke Inggris bulan ini

Sementara bila terdapat pertanyaan lebih jauh serta tata krama yang akan diberikan kepada Pangeran Harry dan Meghan dapat disampaikan ke istana.

“Pertanyaan spesifik apa pun dari organisasi resmi dan negara mengenai tata krama yang seharusnya diberikan kepada Duke dan Duchess, dan khususnya jika diperlukan penggunaan dana publik, harus ditujukan kepada Istana Buckingham,” kata Lord Chamberlain dalam surat itu.

Baca juga: Meghan Markle kembali berakting setelah delapan tahun hiatus

Baca juga: Meghan Markle ganti nama belakangnya menjadi Sussex

Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.