Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cipayung, Jakarta Timur, berkomitmen menerapkan program pilah sampah dari sumber untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
"Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung gerakan pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan di Jakarta," kata Direktur RSUD Cipayung Agustina di Jakarta, Jumat.
Komitmen tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber
Agustina menyebutkan upaya itu diawali dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi.(KI) DKI Jakarta untuk memberikan pemahaman dan arahan mengenai implementasi gerakan pemilahan sampah dari sumber.
"Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi motivasi bagi jajaran RSUD Cipayung untuk semakin aktif menerapkan budaya pemilahan sampah di lingkungan rumah sakit," terang Agustina.
Baca juga: Pemkot Jaktim OTT pelaku buang sampah sembarangan di Duren Sawit
Dia menjelaskan upaya tersebut sejalan dengan komitmen RSUD Cipayung dalam menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
"Kami bersyukur mendapat kesempatan memperoleh arahan langsung dari KI DKI Jakarta. Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan kerja masing-masing," ujar Agustina.
Dia pun berharap edukasi mengenai pemilahan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga menjadi budaya yang melekat, baik bagi pegawai maupun masyarakat yang datang ke RSUD Cipayung.
Sementara itu, Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat mengatakan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah tidak akan tumbuh tanpa edukasi dan informasi yang mudah diakses publik.
Persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Masalah sampah bukan masalah pemerintah saja, tetapi masalah kita semua. Apa yang terjadi hari ini merupakan hasil dari kebiasaan yang kita lakukan setiap hari," kata Harry.
Dia memaparkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin besar di Jakarta.
Volume sampah yang terus bertambah setiap hari, kata Harry, membuat upaya pengurangan sampah dari sumber menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Baca juga: KI: Ingub 5 Tahun 2026 jawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta
Dia mencontohkan sejumlah kejadian kebakaran di lokasi pengelolaan sampah yang berkaitan dengan gas metana dari timbunan sampah organik.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan sampah dapat berkembang menjadi ancaman lingkungan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
"Ini bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu menimbulkan persoalan lebih besar. Karena itu, kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berjalan begitu saja," ucap Harry.
Lebih lanjut, dia mengatakan pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah sederhana sekaligus efektif untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di hilir. Namun, perubahan perilaku masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan proses edukasi yang konsisten dan berkelanjutan.
"Edukasi tidak bisa 'simsalabim'. Hari ini sosialisasi, lalu besok semua orang langsung memilah sampah, itu tidak mungkin. Harus ada proses, ada pemahaman, dan ada contoh yang terus-menerus diberikan," pungkas Harry.
Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh badan publik untuk ikut mengambil peran aktif dalam menyukseskan gerakan pemilahan sampah.
"Apabila dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir," imbuh Harry.
Baca juga: KI komitmen edukasi gerakan pilah sampah berdampak luas ke masyarakat
Baca juga: KI DKI: E-Monev 2026 beri perhatian pada gerakan pilah dan kelola sampah
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.