Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai Magang Nasional (MagangHub) merupakan program penting untuk menjembatani lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi menuju dunia kerja nyata.

“Kemnaker memandang program Magang Nasional sebagai salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja,” kata Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penempatan peserta magang, tetapi sekaligus sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur.

“Selain itu, juga melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki,” ujar Faried.

Baca juga: Kemnaker: Platform SIAPKerja hadirkan akses layanan ketenagakerjaan

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah memahami salah satu tantangan utama lulusan muda adalah kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di pendidikan formal dengan kebutuhan riil dunia kerja.

Faried mengatakan, banyak lulusan baru menghadapi situasi ketika lowongan kerja mensyaratkan pengalaman, sementara mereka belum memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman tersebut.

“Di titik inilah program Magang Nasional hadir sebagai jembatan,” kata dia.

Program ini, lanjutnya, memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.