Washington (ANTARA) - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (10/9) menyatakan bahwa ekonomi global tetap tangguh meskipun terjadi perang selama enam bulan antara Amerika Serikat dan Iran, namun ketidakpastian masih tinggi.

"Sejauh ini, meskipun perang di Timur Tengah telah berlangsung selama enam bulan, perekonomian global tetap tangguh. Perekonomian global mampu menghadapi berbagai guncangan, terutama guncangan di sektor energi, dengan lebih baik daripada yang dikhawatirkan," kata Juru Bicara IMF Julie Kozack dalam konferensi pers.

"Namun, ketidakpastian, seperti yang telah kami sampaikan sejak lama, masih tetap tinggi," ujar Kozack.

Dia menyebut perekonomian global sedang ditarik ke dua arah, yakni guncangan pasokan negatif akibat kenaikan harga energi dan komoditas, serta guncangan permintaan positif akibat siklus teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dia menambahkan terdapat "perbedaan yang signifikan" dalam bagaimana kedua kekuatan tersebut memengaruhi masing-masing perekonomian.

Kozack juga menyebutkan bahwa sejumlah risiko terhadap prospek ekonomi global masih tetap tinggi, termasuk guncangan energi yang berkepanjangan, utang publik yang terus meningkat, dan proses disinflasi yang mandek.

Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2026 dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 12-18 Oktober mendatang.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan pada akhir Agustus lalu bahwa ketangguhan dan dinamisme akan menjadi dua topik pembahasan utama dalam pertemuan tahunan tersebut

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.