Nairobi (ANTARA) - Pemerintah Kenya pada Kamis (10/9) meluncurkan Rencana Kesiapsiagaan dan Tindakan Antisipatif Sektor Peternakan Nasional dalam Menghadapi El Niño, dengan nilai sekitar 16,2 juta dolar AS.

Sekretaris Kabinet Bidang Pertanian dan Pengembangan Peternakan Kenya, Mutahi Kagwe, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi sektor peternakan Kenya secara proaktif sebelum terjadinya kerugian akibat dampak El Nino.

"El Nino pada 2023 dan banjir akibat musim hujan panjang pada 2024 menimbulkan kerugian besar bagi para peternak, menghancurkan infrastruktur penting, serta memicu wabah penyakit yang secara signifikan menghambat kemajuan sektor peternakan," kata Kagwe dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Isiolo, Kenya timur.

"Oleh karena itu, kita perlu belajar dari pengalaman kita, dan inilah alasan mengapa kami bertekad untuk memastikan agar para petani dan penggembala kami tidak lagi menghadapi situasi tanpa persiapan," ujar Kagwe.

Inisiatif itu diambil menyusul peringatan dari Badan Meteorologi Kenya yang memperkirakan meningkatnya risiko hujan lebat, banjir bandang, dan genangan air di sejumlah daerah utama.

Dengan mengutamakan intervensi proaktif alih-alih pemulihan pascabencana, rencana ini menargetkan 24 daerah berisiko tinggi yang memiliki kepadatan ternak yang tinggi.

Proyeksi pemerintah menunjukkan bahwa strategi tersebut akan melindungi rantai nilai peternakan, mencegah wabah penyakit, meminimalkan kerugian, dan mengurangi biaya pemulihan bencana di tingkat nasional.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.