Kuala Lumpur (ANTARA) - Kerja sama yang lebih cepat dan kuat antara pemerintah dan aparat penegak hukum diperlukan untuk menangani jaringan kejahatan lintas negara secara efektif, kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail.

Pelaku kejahatan kini beroperasi di berbagai yurisdiksi dengan memanfaatkan jaringan internasional, sehingga menuntut negara-negara untuk memperkuat pertukaran informasi, koordinasi operasional, dan tindakan bersama, ujar dia.

Pernyataan tersebut disampaikan Saifuddin setelah berpartisipasi dalam Konferensi Forum Kerja Sama Keamanan Publik Global (Conference of the Global Public Security Cooperation Forum) 2026 pada Rabu (9/9).

Saifuddin menambahkan bahwa ancaman keamanan kini semakin kompleks, meliputi kekerasan, perdagangan manusia, penyelundupan migran, narkotika, kejahatan siber, penipuan daring, dan pencucian uang yang dilakukan melalui jaringan lintas perbatasan, sistem keuangan, serta infrastruktur digital yang sama.

Selain itu, dia menyoroti bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), komunikasi terenkripsi, dan mata uang kripto juga dimanfaatkan oleh para kriminal untuk menyembunyikan identitas mereka dan mentransfer dana ilegal lintas yurisdiksi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.