Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pendekatan hubungan industrial dengan mengedepankan forum dialog dibandingkan aksi turun ke jalan sebagai langkah progresif sekaligus modal utama menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang mempertemukan elemen buruh, pengusaha, dan pemilik kawasan industri di kompleks Masjid Baitul Mustofa Kawasan Industri MM 2100 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

Menurut Kapolri, momentum duduk bersama ini sangat krusial terutama dalam mencairkan kebuntuan terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker).

"Dialog yang dibangun antara pengusaha, kawasan, dan teman-teman serikat pekerja ini merupakan sebuah lompatan maju. Hal-hal pelik yang selama ini harus dilakukan dengan turun ke jalan kini bisa diawali dengan duduk bersama," ujarnya.

Baca juga: Kapolri nilai buruh Indonesia harus perkuat daya saing global

Dia menekankan pentingnya menjaga daya saing investasi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang Rusia-Ukraina, Amerika-Iran, perang dagang Amerika-China maupun dinamika geopolitik lain.

Menurut dia, keselarasan antara hak buruh dengan kelangsungan bisnis menjadi kunci utama agar roda ekonomi tetap berputar. Buruh dan pengusaha harus menemukan titik tengah demi kepentingan bersama.

Buruh mitra dan aset perusahaan

Kapolri juga menitipkan pesan kepada asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) agar menganggap buruh bukan sebagai orang lain, melainkan mitra, keluarga sekaligus aset berharga perusahaan.

Sebagaimana filosofi kedamaian yang dikutip Kapolri dari pepatah Jawa, yakni rukun agawe santoso, cerah agawe bubrah, yang berarti rukun membuat kuat, bercerai atau berkonflik membuat runtuh.

Listyo menilai kekompakan antara buruh dan pengusaha menjadi syarat mutlak dalam menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto terkait hilirisasi industri di berbagai sektor seperti otomotif, bauksit, dan baterai listrik.

Baca juga: Kapolri dorong terciptanya hubungan industrial baik dan konstruktif

"Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan jumlah penduduk yang besar. Jika lapangan kerja tercipta dan hubungan industrial berjalan harmonis, harapan kita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan masyarakat yang adil makmur betul-betul bisa tercapai," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga meninjau SMK Mitra Industri yang diinisiasi oleh para pengusaha pengelola kawasan industri. Kurikulum sekolah tersebut dipuji Kapolri mengingat siswanya dibekali keterampilan tinggi serta penguasaan enam bahasa asing, hingga mampu menembus pasar kerja internasional.

"Saya mengimbau seluruh kawasan industri di Indonesia untuk mereplikasi model kepedulian serupa demi mempersiapkan kualitas sumber daya manusia unggul yang siap menopang pertumbuhan industri modern di tanah air," kata dia.

Baca juga: Kapolri minta pengusaha lapor polisi jika temukan premanisme

Baca juga: Buruh apresiasi Kapolri jembatani dialog terkait RUU Ketenagakerjaan

Baca juga: Kapolri Listyo Sigit diangkat menjadi anggota kehormatan KSBSI

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.