PBB (ANTARA) - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan potensi munculnya gelombang pengungsian baru di Masafer Yatta, Tepi Barat, Palestina, menyusul tindakan sewenang-wenang Israel merobohkan rumah-rumah dan bangunan lain di sana.
Pada Kamis (10/9) OCHA menyatakan sedikitnya 60 warga Palestina, termasuk sekira 30 anak-anak, terpaksa mengungsi akibat tindakan pada Selasa (8/9). Israel melakukan pembongkaran di dua komunitas penggembala Palestina, yang mencakup 20 rumah serta fasilitas lainnya seperti tangi air dan panel surya.
Tindakan itu menjadi langkah lanjutan Israel yang sebelumnya juga melakukan hal serupa terhadap sebuah komunitas tak jauh dari lokasi yang sama pada 2 September lalu.
Sebanyak 30 orang lainnya yang tinggal secara musiman di area tersebut juga terdampak. Banyak dari bangunan yang hancur dibangun dengan dukungan donor, kata OCHA dalam laporan terbarunya.
Masafer Yatta dihuni sekitar 1.200 warga Palestina yang tersebar di 13 komunitas di Pegunungan Hebron. Pihak berwenang Israel telah menetapkan area tersebut sebagai "zona tembak", sementara kelompok-kelompok kemanusiaan melaporkan peningkatan kekerasan yang dilakukan para pemukim sejak didirikannya pos-pos permukiman di sekitar area tersebut.
PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya mengunjungi Masafer Yatta pada Rabu (9/9) dan memberikan tempat tinggal darurat, makanan, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, serta dukungan psikososial kepada para pengungsi.
OCHA mengatakan sebanyak 1.500 warga Palestina telah mengungsi di seluruh Tepi Barat pada tahun ini akibat pembongkaran yang dilakukan Israel, sementara lebih dari 2.600 orang lainnya terpaksa mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan pemukim serta pembatasan akses terkait.
Di Gaza, badan-badan PBB dan mitra-mitra kemanusiaan sedang mengupayakan bantuan darurat bagi 30 keluarga yang tempat tinggalnya hancur atau rusak akibat serangan udara di area Al Bureij di Deir al-Balah pada Selasa.
Selama pekan pertama September, badan-badan bantuan kemanusiaan telah memberikan bantuan kepada lebih dari 100 rumah tangga yang terdampak oleh 18 insiden di seluruh Gaza, termasuk insiden serangan udara, runtuhnya bangunan, dan kebakaran rumah.
Perlengkapan tempat tinggal juga dibagikan kepada lebih dari 1.800 rumah tangga, termasuk tenda, terpal plastik, perlengkapan tidur, lampu tenaga surya, dan lampu sorot, demikian disampaikan oleh OCHA.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.