Terutama konstruksi kelas, bangunan yang sudah hancur, yang sudah tidak layak, dan kita mengukur skalanya ini apa, apa dia direvitalisasi atau kita ratakan dan bangun baru

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Edi Oloan meminta hasil asesmen atau verifikasi konstruksi bangunan sekolah pascagempa menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas revitalisasi sarana pendidikan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Edi, bangunan yang secara struktur sudah tidak layak, tidak cukup hanya diperbaiki, tetapi perlu dirobohkan dan dibangun kembali.

"Terutama konstruksi kelas, bangunan yang sudah hancur, yang sudah tidak layak, dan kita mengukur skalanya ini apa, apa dia direvitalisasi atau kita ratakan dan bangun baru," katanya dikutip di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hasil verifikasi konstruksi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar penetapan prioritas revitalisasi, sehingga dukungan anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan dapat segera diperjuangkan melalui Komisi X DPR RI.

Baca juga: Kemendikasmen siap revitalisasi SDN Mboeng dan 1.487 sekolah di NTT

Sebelumnya, dalam kunjungan ke salah satu sekolah di Ruteng, Manggarai, NTT, Edi menilai pemeriksaan kondisi konstruksi bangunan penting untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat terhadap sekolah yang terdampak gempa.

Edi juga meminta pemerintah memastikan proses rekonstruksi tidak sekadar memperbaiki tampilan bangunan sekolah. Menurut dia, kekuatan konstruksi harus menjadi perhatian utama agar bangunan yang kembali digunakan siswa benar-benar aman.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyatakan terus mempercepat pendataan satuan pendidikan yang terdampak bencana gempa bumi di NTT .

Baca juga: Kemendikdasmen percepat pendataan sekolah rusak terdampak gempa NTT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan terus berkomunikasi dengan Gubernur NTT guna memastikan pendataan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Mendikdasmen.

Kemendikdasmen, kata dia, menurunkan tim di tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Baca juga: Prabowo cek kembali kebutuhan tenda untuk sekolah darurat di NTT

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.