Batam (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) agar membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berdasar angka, namun mampu membuka lapangan kerja.

“Yang penting itu kepala daerah bisa membangun ekosistem. Produksi didorong, hilirisasi dari hulu ke hilir digenjot semua,” kata Wamen Bima Arya di Batam, Jumat.

Ia mengatakan sejumlah daerah memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi belum seluruhnya mampu memberikan dampak terhadap masyarakat karena pertumbuhan masih bergantung pada sektor tertentu.

“Banyak daerah tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi, tetapi karena hanya bergantung pada hilirisasi energi dan sumber daya alam, dan tidak dibangun ekosistem keseluruhan maka tidak menetes ke bawah. Kemiskinan juga tidak berkurang,” ujarnya.

Karena itu, Bima meminta Pemkot Batam memetakan sektor-sektor yang memiliki prospek untuk dikembangkan, mulai dari manufaktur, pariwisata hingga pendidikan.

“Yang prospektif dari Batam di sektor apa? Sejauh mana turisme punya kontribusi, sejauh mana manufaktur, sejauh mana pendidikan? Itu harus dihitung. Yang disiapkan apa, potensinya apa. Saya yakin Batam bisa,” katanya.

Baca juga: Mentrans: Pertumbuhan Batam perkuat ekonomi luar Jawa

Baca juga: BRI Perkuat Ekosistem Investasi Kawasan Industri Batam, Hadirkan Solusi Terintegrasi bagi Investor dan Pelaku Usaha

Menurut dia, tantangan yang sering dibahas oleh Pemkot Batam yakni tingginya laju migrasi. Pemerintah daerah tidak dapat membatasi masyarakat dari daerah lain untuk datang dan mencari pekerjaan di Batam.

“Orang punya hak untuk bekerja di sini dari seluruh penjuru Nusantara. Yang bisa dilakukan Pemkot adalah penataan kota yang kemudian mengatur itu semua. Harus mulai dengan perencanaan tata ruang, ketersediaan hunian, fasilitas umum yang memadai, hingga lapangan kerja yang siap menyerap,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Pemkot Batam berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi dan investasi berjalan paralel dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Terus terang, kita menginginkan agar pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi itu berjalan paralel dengan kesempatan kerja yang ada,” kata Amsakar.

Ia mengatakan pihaknya telah menerapkan beberapa program strategis untuk menambah keterampilan tenaga kerja lokal, maupun putra daerah, dengan program beasiswa di perguruan negeri tinggi dan pelatihan kerja.

“Tahun ini Pemkot Batam memberi beasiswa kepada anak hinterland Batam yang diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk 4 anak di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan 30 anak di Politeknik Negeri Batam,” katanya.

Ia menambahkan Pemkot Batam juga mengarahkan pelatihan tenaga kerja berdasarkan kebutuhan industri dan dunia usaha agar tenaga kerja yang disiapkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: Mentrans: Investasi Australia bukti Barelang pusat ekonomi masa depan

Baca juga: BP Batam: Investasi dan logistik jadi penggerak ekonomi kawasan

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.