Jakarta (ANTARA) - India mendorong negara-negara BRICS memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) karena kelompok tersebut mewakili hampir separuh populasi dunia dan lebih dari sepertiga perekonomian global.
“AI merupakan salah satu komponen penting dalam pilar inovasi," kata Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dalam wawancara tertulis dengan ANTARA di Jakarta, Jumat.
India memberikan prioritas pada startup, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), kewirausahaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian dan pengembangan, infrastruktur publik digital, serta kecerdasan buatan, katanya.
Dubes Chakravorty menyampaikan bahwa Keketuaan India pada BRICS mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” yang diterjemahkan ke dalam empat pilar prioritas.
AI termasuk pada pilar inovasi. Sementara itu, pilar ketahanan meliputi isu kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, energi, pengurangan risiko bencana, dan penguatan rantai pasok yang tangguh, katanya.
Pilar kerja sama yang mencakup multilateralisme, reformasi tata kelola global, dan kerja sama pembangunan yang praktis sedangkan pilar keberlanjutan, berfokus pada energi bersih dan terbarukan, aksi iklim, adaptasi, serta konsumsi berkelanjutan.
Baca juga: Dubes: BRICS modal bersama Indonesia-India tingkatkan peran global
Chakravorty menekankan bahwa besarnya cakupan BRICS, yang mewakili hampir separuh populasi dunia, membuat berbagai agenda yang dibahas selama Keketuaan India berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan lingkungan global.
“BRICS mewakili hampir separuh populasi dunia dan lebih dari sepertiga perekonomian dunia, sehingga apa yang diputuskan dan dilakukan BRICS memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi dan lingkungan global,” katanya.
Keketuaan India akan berpuncak pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi pada 12-13 September yang dijadwalkan mengadopsi New Delhi BRICS Leaders’ Declaration.
Lebih dari 400 pertemuan telah dan akan berlangsung selama masa Keketuaan India melalui 35 jalur pertemuan tingkat menteri dan kepala badan, yang didukung Sherpa track, kelompok kerja, people-to-people, dan bisnis di hampir 30 kota di India.
Melalui rangkaian tersebut, India juga berupaya membawa BRICS lebih dekat kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran publik mengenai peran serta manfaat kerja sama BRICS.
Kelompok yang berfokus pada penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pembangunan, keuangan, serta isu-isu global ini pada awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Saat ini, keanggotaan BRICS telah diperluas dan mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi.
Baca juga: India lihat peluang RI akses pembiayaan NDB untuk energi terbarukan
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.