Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu memberikan pelatihan kepada warga di Kelurahan Pulau Pari, Pulau Panggang, dan Pulau Harapan, cara pengolahan ikan melalui "Bimbingan Teknis Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan Tahun 2026".

“Diversifikasi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk baru sekaligus memperluas pasar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Andi Dala Jemma dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dengan pelatihan itu diharapkan dapat membuka peluang untuk menambah ilmu dan pengetahuan dalam melakukan diversifikasi olahan.

Menurut dia, hasil perikanan tidak harus berhenti sebagai menu ikan goreng. Bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki ciri khas dan nilai jual lebih tinggi.

“Kami sudah mencoba salah satu sambal hasil olahan dari kelompok di Pulau Pari dan rasanya enak. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik menu sekaligus menambah nilai jual,” kata Andi.

Dia berharap keterampilan yang diperoleh peserta saat bimtek dapat diterapkan dan dikembangkan untuk memperkuat usaha yang telah dijalankan.

Baca juga: Pemkab dorong pengembangan budi daya ikan kerapu di Kepulauan Seribu

Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama, mengatakan, bimtek ini rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

“Peserta dari masing-masing wilayah ada 20 orang. Mereka merupakan anggota Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) maupun pelaku usaha,” katanya.

Pengembangan produk merupakan hal penting untuk meningkatkan daya saing, terutama dalam menangkap peluang pasar wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu.

"Kami juga menyerahkan bantuan sarana pengolahan kepada perwakilan kelompok berupa kompor gas, chest freezer, vacuum sealer, dan selang gas. Semoga ini dapat bermanfaat," ujar Gama.

Peserta dari Poklahsar Kreasi Bahari, Pulau Panggang, Ernawati mengatakan kegiatan ini sangat mendukung usahanya dalam mengembangkan produk olahan hasil perikanan.

“Semoga dengan bimtek ini, produk kita bisa lebih beragam dan bernilai jual tinggi," kata dia.

Baca juga: Pemkab latih warga Pulau Pramuka budidaya perikanan ramah lingkungan

Baca juga: Kepulauan Seribu lakukan pemeriksaan sampel pangan di enam pulau

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.