Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al Quran, ada yang melekat dengan Al Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI bukan sekedar kompetisi, tapi momentum wujudkan Living Quran, yakni nilai-nilai Al Quran yang hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al Quran, ada yang melekat dengan Al Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Jumat.

Menurut Menag, membaca dan menghafal Al Quran merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

Baca juga: 6.350 personel gabungan kawal rangkaian MTQ XXXI di Semarang

Al Quran, kata dia, harus hadir dalam cara manusia bersikap, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama. Menag menegaskan semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi.

“Jadilah sebagai penjernih bukan pengeruh. Jadilah penghubung bukan pemisah. Jadilah moderator bukan provokator. Jadilah problem solver bukan problemator. Jadilah penyuluh bukan perusuh,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Karena itu, menurut Menag, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang meraih juara. Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al Quran setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Prestasi di arena musabaqah harus berlanjut menjadi keteladanan di tengah masyarakat.

Baca juga: Kemenag buka ruang bagi penyandang disabilitas sensorik pada MTQ 2026

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Gelaran tersebut mengusung tema “Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat living Quran juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif. Tahun ini penyandang disabilitas mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam syiar Al Quran. MTQ menghadirkan ekshibisi bagi Teman Tuli, terdapat pula golongan tilawah disabilitas netra putra dan putri.

Ekshibisi Teman Tuli berlangsung pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan ambil bagian.

Mereka mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al Quran dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis Al Quran Isyarat.

Baca juga: MTQ Nasional di Jateng ada cabang lomba untuk penyandang disabilitas

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.