Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menyiapkan lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi (m2) di RW 1, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, untuk pembangunan embung.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan embung itu ditujukan sebagai penampung air untuk mengurangi ancaman banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

"Saat musim hujan, area inilah yang paling pertama tergenang air dan surutnya paling terakhir," kata Iin saat meninjau lokasi di RW 1 Kelurahan Rawa Buaya, Jumat.

Adapun lahan yang akan dijadikan embung merupakan aset milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Lokasi itu dinilai strategis karena menjadi salah satu kawasan yang pertama tergenang saat hujan dan paling lama surut.

"Posisinya sangat rendah dan strategis untuk mengurangi titik banjir serta genangan secara signifikan," ujarnya.

Rencana pembangunan embung tersebut telah diusulkan dalam rapat pimpinan gubernur (Rapimgub). Namun, sebelum pembangunan dimulai, Pemkot Jakbar masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi dan teknis.

Baca juga: Jakbar siapkan embung di tiga lokasi rawan banjir

"Proyeksinya dilakukan secara bertahap. Secara administrasi, nanti Biro PLH akan mengadakan rapat dengan mengundang semua tim, UKPD, dan OPD terkait untuk memastikan batas asetnya terlebih dahulu," jelasnya.

Setelah batas aset dipastikan, Dinas SDA dan Sudin SDA Jakarta Barat akan menyiapkan gambar desain teknis.

Selanjutnya, Pemkot Jakbar akan menyusun jadwal pelaksanaan pembangunan. Diharapkan, proses tersebut dapat dipercepat mengingat musim hujan diperkirakan segera tiba.

"Kita semua berharap, mumpung ini masih bulan September, sebelum musim hujan datang atau sebelum Desember nanti, proyek ini sudah selesai. Sehingga, warga Rawa Buaya nantinya tidak lagi menghadapi genangan yang membutuhkan waktu lama untuk surut," kata Iin.

Sementara itu, Kasudin SDA Jakarta Barat Mustajab mengatakan, pembangunan fisik embung belum dilakukan tahun ini. Tahap awal pada 2026 difokuskan pada penyusunan desain.

"Tahap pertama, tahun ini kita lakukan desainnya dulu. Jadi tahun depan, baru kita lakukan pengerjaan fisiknya, yaitu proses penggalian," kata Mustajab.

Embung tersebut nantinya tidak dirancang untuk menampung air dari satu kecamatan. Fungsinya lebih spesifik, yakni untuk membantu menampung air di kawasan RW 1 Rawa Buaya.

"Hanya untuk satu RW saja, yaitu RW 1 Rawa Buaya," ucapnya.

Di embung, kata dia, direncanakan memiliki fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Selanjutnya, Pemkot Jakbar juga mengusulkan sekitar 11 hektare di kawasan Walungan, Tegal Alur, untuk dijadikan embung sebagai bagian penanganan banjir.

Baca juga: Pemkot Jakbar bangun embung baru untuk antisipasi banjir

Baca juga: Pembangunan waduk di Pesakih capai 65 persen

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.