Moskow (ANTARA) - Negara-negara BRICS menyatakan keprihatinan mendalam atas pembatasan sepihak yang diberlakukan terhadap perdagangan dan transaksi keuangan, termasuk kenaikan tarif, menurut pernyataan bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS yang dirilis pada Jumat.
"Kami masih sangat prihatin terhadap penerapan sepihak berbagai kebijakan terkait perdagangan dan keuangan, termasuk kenaikan tarif dan langkah-langkah non-tarif yang mendistorsi perdagangan dan tidak sejalan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)," menurut pernyataan tersebut.
Para menteri tersebut mengatakan tekanan paling berat dirasakan oleh pasar negara berkembang dan perekonomian negara berkembang setelah mereka menggelar pertemuan di Mumbai, India, pada Kamis.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS kembali menegaskan dukungan mereka terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, transparan, inklusif, nondiskriminatif, dan berbasis aturan, dengan WTO sebagai landasan utamanya, menurut pernyataan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Dubes: Agenda BRICS selaras dengan fokus bilateral Indonesia-India
Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.