Kairo (ANTARA) - Mesir mendukung perluasan penggunaan mata uang nasional oleh sejumlah negara anggota BRICS dalam pembayaran lintas batas, kata Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Jumat.
“Mesir menilai BRICS sebagai format ekonomi yang penting bagi negara-negara berkembang dan mendukung perluasan penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan antarnegara anggota,” kata Abdelatty kepada wartawan.
Pemerintah Mesir juga mendorong peningkatan perdagangan di dalam blok tersebut, serta pemanfaatan pinjaman dengan persyaratan preferensial yang disediakan oleh New Development Bank (NDB) milik BRICS, tambah Abdelatty.
Abdelatty, yang berbicara menjelang KTT BRICS di New Delhi pada akhir pekan ini, mengatakan bahwa keikutsertaan Mesir di tingkat tinggi dalam pertemuan tersebut mencerminkan arah kebijakan negaranya untuk memperkuat kehadiran aktif di BRICS.
BRICS mencakup sekitar 40 persen output industri global, serta memperluas kerja sama dengan sejumlah negara anggota.
Keanggotaan BRICS yang telah diperluas mencakup 11 anggota penuh terdiri atas Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Mesir secara resmi bergabung dengan organisasi tersebut pada Januari 2024.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Menteri keuangan BRICS tolak sanksi perdagangan sepihak
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.