Jakarta (ANTARA) - Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persija Jakarta mengimbau para penonton yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada laga kontra Persib Bandung, Sabtu (12/9).

Club Security Officer (CSO) Panpel Pertandingan Persija Hiero Paath mengatakan laga tersebut menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran dan para pendukungnya, mengingat kesempatan menjamu Persib di Jakarta kembali terwujud setelah sekitar tujuh tahun.

"Kami mengimbau yang datang ke GBK benar-benar sudah memiliki tiket. Bagi yang belum memiliki tiket, kami berharap dapat memberikan dukungan dari rumah. Mari kita jaga kesempatan ini bersama," kata Hiero saat ditemui di SUGBK, Jakarta, Jumat.

Selain itu, penonton bertiket yang hadir di GBK dalam kondisi sehat, mematuhi regulasi, serta menjaga ketertiban umum. Panitia akan melakukan pemeriksaan ketat di pintu masuk stadion untuk menyaring barang-barang terlarang.

Penonton dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, suar (flare), bom asap (smoke bomb), kembang api, maupun benda berbahaya lainnya. Penonton yang berada di bawah pengaruh alkohol juga dipastikan tidak diberi akses masuk.

"Apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, panitia akan memberikan penanganan sesuai ketentuan dan tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke stadion," ujar Hiero.

Selain itu, pendukung tim tamu seperti Bobotoh dan Viking turut diimbau memberikan dukungan dari rumah atau daerah masing-masing guna memastikan situasi tetap kondusif.

"Mari kita nikmati sepak bola dengan tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Jakarta," tuturnya.

Baca juga: Jakmania minta suporter jaga ketertiban saat laga Persija vs Persib

Baca juga: Polda Metro siapkan pengamanan berlapis saat laga Persija vs Persib

Baca juga: 17.800 personel gabungan dikerahkan amankan laga Persija vs Persib

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.