Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana memastikan empat prajurit yang menganiaya Serda AMF telah ditangkap oleh pihak Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau).

"Sudah ditahan," kata Nyoman saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Kendati demikian, Nyoman membantah AMF tewas karena dianiaya. Dia menegaskan korban tewas saat dilakukan "pembinaan".

Dia pun tidak menjelaskan maksud dari kegiatan "pembinaan" ini.

Hingga saat ini, Nyoman memastikan proses penyelidikan dari pihak Pomau masih berlangsung.

Sebelumnya, TNI AU saat ini tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang menewaskan salah satu personelnya yakni Serda AMF pada Kamis (10/9)

"Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah menyelidiki dugaan kekerasan yang dialami Serda AMF untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Nyoman seperti dikutip siaran pers yang diterima Jumat (11/9).

Dalam siaran pers tersebut, dijelaskan bahwa saat ini pihak Pomau telah memeriksa beberapa saksi untuk mencari tahu kronologi penganiayaan dan penyebab terjadinya aksi tersebut.

TNI AU memastikan seluruh proses hukum yang dilakukan penyelidik Pomau berjalan dengan independen, profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: TNI AU salurkan alat kesehatan untuk bantu petugas tangani karhutla

Baca juga: Korpasgat bantu warga bersihkan rumah ibadah di Bekasi

Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.