Johannesburg (ANTARA) - Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan Ronald Lamola mengatakan bahwa perluasan BRICS memberikan peluang bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat suara kolektif mereka dalam urusan global.
Lamola mengatakan bahwa keanggotaan yang lebih besar dapat membantu memajukan posisi kelompok tersebut mengenai reformasi lembaga-lembaga global dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
"Selalu ada tantangan ketika kelompok ini semakin besar, tetapi hal itu juga dapat menjadi peluang karena berarti lebih banyak negara memiliki suara dan dapat membantu memajukan pesan yang kami usung," kata Lamola dalam wawancara dengan South African Government News Agency menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Jumat (11/9).
Dia mengatakan bahwa anggota BRICS memiliki kesamaan pandangan yang luas mengenai prioritas-prioritas utama, termasuk reformasi arsitektur keuangan global, reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan adaptasi perubahan iklim.
Meskipun para anggota belum mencapai kesepakatan mengenai konflik Israel-Iran, Lamola mengatakan bahwa KTT itu dapat menyediakan wadah untuk menggalakkan dukungan terhadap posisi-posisi yang telah lama dijunjung dalam hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam PBB mengenai penghormatan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog.
"Saya yakin pertemuan ini dapat mencapai tujuan tersebut. Bahkan dalam pertemuan para menteri luar negeri, terdapat kesepakatan luas mengenai isu-isu itu," katanya.
India akan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-18 di New Delhi pada Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9) dengan tema "Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan" (Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability).
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.