...penggunaan pupuk anorganik sebaiknya dikurangi saat kekeringan puncak karena dapat memperbesar risiko stres tanaman

Yogyakarta (ANTARA) - Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Miftahush Shirothul Haq menekankan pentingnya mempertahankan kondisi tanaman dan kelembaban lahan guna menjaga keberlangsungan hijauan pakan ternak selama puncak musim kemarau.

Miftahush di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan selama puncak kekeringan, prioritas utama bukan mengejar produktivitas yang maksimal, melainkan mempertahankan kondisi tanaman dan lahan agar hijauan pakan ternak tetap tersedia.

"Mulsa organik dari jerami, sekam, atau sisa panen dapat digunakan di sekitar pangkal tanaman untuk menekan penguapan dan mempertahankan kelembapan tanah," kata peneliti Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas Peternakan UGM itu.

Menurut dia, kemarau panjang dapat mengancam keberlangsungan lahan hijauan pakan ternak, terutama di wilayah dengan curah hujan rendah dan tidak merata, hal ini menuntut pengelolaan budi daya yang tepat agar tanaman tetap bertahan hidup dan kembali produktif setelah hujan.

Dia mengatakan, jika tersedia sumber air terbatas, penyiraman perlu diprioritaskan pada bibit muda dan tanaman indukan untuk perbanyakan, termasuk irigasi tetes atau penyiraman terbatas juga dapat diterapkan untuk menghemat penggunaan air.

Baca juga: BMKG: Pertanian waspadai puncak kemarau yang diperparah El Nino kuat

"Pengendalian gulma tetap dilakukan secara selektif, sementara penggunaan pupuk anorganik sebaiknya dikurangi saat kekeringan puncak karena dapat memperbesar risiko stres tanaman," katanya.

Dia mengatakan, penggunaan kompos atau pupuk kandang matang menjadi alternatif yang aman selama musim kering, selain itu menyediakan hara secara perlahan, bahan organik membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air.

"Aplikasinya dapat dikombinasikan dengan mulsa untuk mempertahankan kelembapan di sekitar tanaman," katanya.

Selain pengelolaan air dan tanah, lanjut dia, interval pemotongan rumah rumput hijauan sebaiknya diperpanjang dan tinggi sisa potong dinaikkan agar tanaman masih memiliki cukup daun untuk berfotosintesis serta mempertahankan cadangan energi di akar.

Dia mengatakan, sementara pemangkasan pada legum pohon seperti alfalfa tropik, indigofera, lamtoro, dan gamal sebaiknya dilakukan secara ringan selama puncak kemarau.

"Kemudian ketika hujan mulai kembali, pemotongan dapat ditingkatkan secara bertahap untuk merangsang pertumbuhan tunas dan memulihkan produktivitas lahan hijauan," katanya.

Baca juga: BMKG: Penyesuaian pola tanam penting cegah gagal panen saat El Nino

Baca juga: Bappenas rumuskan arah respons dalam 4 kluster utama hadapi El-Nino

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.