Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pascakasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.
"Kita bakal melakukan pengawasan secara ketat terhadap higienitas dan sanitasi dapur SPPG," kata Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan pengawasan dilakukan dengan menurunkan tim dari Dinkes Agam ke semua 35 dapur SPPG di daerah itu.
"Tim melakukan pengawasan terhadap
kebersihan individu dan subjek langsung seperti cuci tangan atau kebersihan alat, serta menciptakan lingkungan dan kondisi yang sehat di SPPG," katanya.
Baca juga: BGN bersama pemda evaluasi total 172 SPPG di Pati
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam juga melakukan pengawasan terhadap pangan segar di dapur SPPG.
Pengawasan secara ketat dilakukan pascakasus keracunan sebanyak 344 orang penerima manfaat di Kecamatan Palupuh pada 4 September 2026.
Keracunan itu diduga akibat bakteri Bacillus Cereus dalam sampel makanan tahu dan cabai, berdasarkan hasil uji sampel terhadap makanan dari Dapur SPPG Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh yang telah dikeluarkan BPOM Payakumbuh.
"Sampel kita kirim usai terjadinya keracunan dan hasil keluar pada Kamis (10/9/2026)," katanya.
Baca juga: IDAI usulkan MBG diadakan kantin sekolah demi jaga keamanan pangan
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.