Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pameran filateli merupakan salah satu medium edukasi sejarah dan budaya bangsa bagi masyarakat.

Saat membuka Sriwijaya Philately Exhibition (PHEX) 2026 yang dilaksanakan pada 10–13 September di Palembang, Sumatera Selatan, dia menyampaikan bahwa pameran filateli menghadirkan ruang apresiasi, edukasi, dan pelestarian sejarah dan budaya.

"Kalau kita sekarang ini mengangkat kembali filateli, sebenarnya bukan sekadar kembali ke masa lalu. Ini adalah bagian dari perjalanan bangsa kita, bagian dari sejarah kita, dan juga medium untuk edukasi, medium budaya, media untuk belajar, dan banyak lagi yang bisa kita pelajari dari situ," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Sabtu.

Koleksi prangko, kartu pos, serta memorabilia yang ditampilkan dalam pameran filateli, menurut dia, merupakan materi budaya yang merekam perjalanan sejarah, tokoh, peristiwa, serta identitas suatu bangsa.

Fadli menyampaikan bahwa kegiatan filateli pada era digital bisa menjadi opsi cara untuk mengapresiasi kembali benda-benda fisik yang menyimpan rekam jejak kehidupan manusia.

"Prangko selalu memotret peristiwa sejarah, tokoh-tokoh, termasuk misalnya cagar budaya yang ada di Palembang dan di Sumatera Selatan. Jadi, ini adalah penanda zaman," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) itu.

Menurut dia, kegiatan mengoleksi dan mempelajari benda filateli juga dapat melatih ketekunan, kerajinan, kejujuran, persahabatan, dan kemampuan berkomunikasi.

"Ketika ada kejenuhan digital, orang berusaha untuk mengapresiasi sesuatu yang material, material culture. Dan material culture ini menurut saya adalah sebuah potensi ekonomi baru," katanya.

Baca juga: Fadli Zon: Arsip Filateli kenalkan sejarah Indonesia ke masyarakat

Sriwijaya PHEX 2026 mengangkat sejarah kerajaan maritim Sriwijaya dan hubungannya dengan berbagai wilayah di Asia.

Pameran ini diikuti oleh peserta dari 11 provinsi di Indonesia serta delegasi dari Singapura, Laos, Brunei, Malaysia, India, Nepal, Filipina, dan Uni Emirat Arab.​​​​​​​

Sriwijaya PHEX 2026 menjadi ruang pertemuan bagi filatelis dari berbagai daerah dan negara untuk berbagi koleksi, pengetahuan, serta pengalaman.

Ketua Pengurus Daerah PFI Sumatera Selatan H.M. Affan Prapanca selaku Ketua Pelaksana Sriwijaya PHEX 2026 mengatakan, pameran internasional tersebut dirancang untuk memperkenalkan filateli serta menghubungkannya dengan seni, budaya, dan kegiatan kemasyarakatan.​​​​​​​

Sriwijaya PHEX 2026 diharapkan bisa dikembangkan menjadi ajang untuk membangun literasi sejarah dan budaya serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.

Baca juga: Prangko lawas Indonesia dipamerkan di Museum Suzhou

Baca juga: Menteri Kebudayaan sebut prangko sebagai cerminan budaya

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.