Banda Aceh (ANTARA) - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Kemendagri menyatakan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) di Aceh masih terkendala cuaca hingga akses ke beberapa daerah yang sulit dijangkau.
"Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan, faktor yang paling utama itu masalah cuaca," kata Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran, di Banda Aceh, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Imran di sela-sela kegiatan Ngopi Kebangsaan bertajuk “Akselerasi Rekonstruksi Aceh Pasca Bencana Hydrometeorologi Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional” yang dilaksanakan
DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Aceh, di Banda Aceh.
Imran menyampaikan, sampai hari ini beberapa daerah terdampak bencana di Aceh masih terus dilanda hujan. Seperti Kabupaten Gayo Lues yang hampir setiap hari diguyur hujan.
Baca juga: Pemerintah rehab 8.486 Ha lahan kopi terdampak bencana di Aceh Tengah
"Misalnya di Gayo Lues, tiap hari juga hujan sekarang, Aceh Tengah, itu benar-benar faktor utama sehingga penanganan perlu kecepatan," ujarnya.
Kendala kedua, kata Imran, pemahaman daerah terhadap kebijakan yang telah dibuat pemerintah pusat. Misalnya terkait TKD (transfer keuangan daerah) yang lamban terealisasi.
Padahal sesuai SE Mendagri, untuk penetapan terkait dengan perubahan tambahan TKD tersebut cukup dengan peraturan kepala daerah saja, dan tidak perlu dibahas bersama legislatif.
"Kita berharap dengan kemudahan itu realisasi anggaran, realisasi kegiatan itu bisa dipercepat. Terutama untuk daerah-daerah yang terdampak bencana," katanya.
Baca juga: Bupati mendorong kolaborasi pemulihan pascabencana di Pidie Jaya
Kendala lainnya, tambah Imran, yaitu akses ke lokasi-lokasi yang sulit terjangkau, seperti ke wilayah Serbajadi dan Lokop-Pining Aceh Timur, susah ditembus karena memang medannya yang cukup berat.
"Jadi itu kendala di lapangan, disamping mungkin ada faktor-faktor lainnya, seperti masalah lambatnya administrasi dan lain sebagainya," ujarnya.
Imran menambahkan, terkait penanganan pascabencana Aceh, Satgas PRR terus melakukan evaluasi mulai dari serapan anggaran, pemulihan infrastruktur pada titik krusial seperti perbaikan jalan, jembatan, normalisasi sungai, fasilitas kesehatan dan pendidikan serta rehabilitasi sawah.
"Kita berharap masa rehab-rekon ini bisa berjalan dengan baik, dan target-target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui rencana induk itu terealisasi dengan baik," katanya.
Baca juga: Kementan bantu Rp48,47 miliar untuk rehab sawah di Aceh Tamiang
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.