Istanbul (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping menyerukan negara anggota dan mitra BRICS yang diperluas menjaga rantai industri dan pasokan tetap stabil di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat perang AS-Iran.
Dalam pidatonya pada hari terakhir KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu, Xi mengatakan BRICS yang diperluas harus memanfaatkan kekuatan sebagai kelompok yang berakar di pasar negara berkembang dan terhubung dengan negara-negara Selatan Global.
"BRICS Raya harus memanfaatkan kekuatan yang berakar pada pasar negara berkembang dan terhubung dengan negara-negara Selatan, menjunjung tinggi keterbukaan, dan kerja sama untuk keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan," kata Xi Jinping.
Dia menambahkan BRICS juga harus mampu menjaga rantai industri dan pasokan tetap stabil dan tidak terhambat, serta mendorong pasar terintegrasi.
Baca juga: Presiden Xi: China siap ambil alih keketuaan BRICS pada 2027
Xi menyampaikan hal tersebut dalam sesi terbuka bertajuk "Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif".
Menurut kantor berita milik Pemerintah China, Xinhua, Xi mengatakan negara-negara Selatan Global telah menjadi "kekuatan utama" yang mendorong dunia menuju multipolaritas.
Dia pun mendesak negara-negara tersebut untuk mempertahankan multilateralisme serta supremasi hukum internasional.
Xi menambahkan aturan internasional seharusnya disusun bersama oleh semua pihak dan terkait paham "logika yang kuat berhak menentukan kebenaran" sudah seharusnya sudah lama ditinggalkan.
Dia juga meminta negara-negara Selatan Global harus menjunjung kewenangan dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sembari mendukung reformasi untuk meningkatkan efisiensi lembaga multilateral.
Xi menyerukan perbaikan arsitektur keuangan internasional, peningkatan keterwakilan, dan suara negara berkembang, sekaligus reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ke arah yang tepat.
"China akan terus mendorong keterbukaan secara sukarela dan sepihak," ucap Xi.
Baca juga: China-India sepakat terus jadi mitra strategis
Negara-negara Selatan Global, menurut Xi, perlu mempercepat pembentukan kerangka tata kelola kecerdasan buatan (AI) global berdasarkan konsensus luas, seraya menambahkan China akan memimpin pembentukan zona sumber terbuka AI untuk BRICS serta mendorong platform "penyimpanan awan" untuk industri digital bagi negara-negara anggotanya.
Xi juga menyerukan peningkatan industri tradisional, pengembangan sektor-sektor baru, dan penyusunan rencana ke depan untuk industri masa depan. Langkah tersebut perlu untuk mendorong pasar yang terintegrasi dan meletakkan dasar yang kuat bagi kerja sama praktis.
Dia pun turut mengusulkan sejumlah inisiatif di bidang pengembangan talenta sains dan teknologi, manufaktur cerdas, industri digital, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta AI yang terbuka dan inklusif.
Xi mengusulkan pembentukan aliansi BRICS untuk pelatihan insinyur serta kemitraan kawasan ekonomi khusus antarnegara BRICS.
China akan menjadi tuan rumah Forum Perdagangan Jasa BRICS pada 2027. Beijing juga dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT tahunan BRICS pada 2027.
Sumber: Anadolu
Baca juga: China dorong kerja sama yang lebih besar dengan mitra BRICS
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.