Jakarta (ANTARA) - Peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta selama sepekan mulai dari pasangan kekasih, pria berinisial R (28) dan wanita E (23), tega membunuh bayi mereka yang baru lahir lantaran takut suara tangisannya terdengar oleh tetangga hingga Polres Metro Jakarta Barat.
Kemudian, polisi juga mengungkap produksi tembakau sintetis satu kilogram senilai sekitar Rp1 miliar.
1. Polisi ungkap modus produksi tembakau sinte bernilai Rp1 miliar
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap 15 gram bahan sintetis seharga Rp21 juta dapat diolah menjadi tembakau sintetis dengan potensi hasil hingga satu kilogram senilai sekitar Rp1 miliar.
Berdasarkan keterangan tersangka, bahan tersebut dapat menghasilkan sekitar 500 mililiter cairan sintetis yang kemudian digunakan untuk memproduksi sekitar 900 gram hingga satu kilogram tembakau sintetis.
Baca berita selengkapnya di sini
2. Polisi geledah tiga lokasi soal dugaan mafia tanah PTSL 2019 di Bogor
Subdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggeledah tiga lokasi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, terkait penyidikan dugaan tindak pidana mafia tanah pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019.
Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP DK Zendrato mengatakan penggeledahan itu dilakukan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, serta dua lokasi lainnya di area Cibinong dan Bojonggede.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Polisi sebut sejoli di Jakbar bunuh bayi karena takut tetangga dengar
Kepolisian menyampaikan bahwa pasangan kekasih, pria berinisial R (28) dan wanita E (23), tega membunuh bayi mereka yang baru lahir lantaran takut suara tangisannya terdengar oleh tetangga.
Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menjelaskan berdasarkan pengakuan kedua pelaku kepada penyidik, saluran nafas bayi malang itu ditutup hingga akhirnya meregang nyawa.
Baca berita selengkapnya di sini
4. Polisi tetapkan tiga tersangka tewasnya pedagang cermin di Jakpus
Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
"Selanjutnya berdasarkan hasil dari pemeriksaan dan keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti yang lain, kami telah menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial FP usia 23 tahun, DS usia 33 tahun, DDS usia 29 tahun," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya Jakarta, Sabtu.
Baca berita selengkapnya di sini
5. Polisi amankan 18 pemuda yang hendak tawuran di Jakarta Timur
Tim patroli gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 18 pemuda yang diduga hendak menggelar tawuran di dua lokasi wilayah Jakarta Timur pada Sabtu (12/9) malam hingga Minggu dini hari.
"Dalam kegiatan pencegahan gangguan keamanan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, benda yang diduga bom molotov, sebotol bensin, hingga satu plastik klip berisi bahan diduga tembakau sintetis," kata Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto di Jakarta, Minggu.
Baca berita selengkapnya di sini
Baca juga: Terungkap motif pengeroyokan pedagang cermin di Pejompongan
Baca juga: Polisi ungkap 83 anak direkrut untuk ikut kerusuhan di Jakarta
Baca juga: 17.800 personel gabungan dikerahkan amankan laga Persija vs Persib
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.