Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta seluruh pemerintah daerah hingga pelaku wisata memperkuat storytelling atau narasi di balik kuliner khas Aceh agar kekayaan rasa, sejarah, dan budaya yang terkandung di dalamnya sebagai daya tarik wisata gastronomi Indonesia.
"Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi, kita tahu cerita di baliknya," kata Ni Luh saat menghadiri penutupan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Ni Luh menyampaikan gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan, tetapi, juga budaya, tradisi, sejarah, bahan pangan, serta kehidupan masyarakat yang membentuk sebuah hidangan, sehingga narasi menjadi penting agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh ketika menikmati kuliner Aceh.
Baca juga: Wamenpar: ACF perkuat kekayaan kuliner Aceh
Dia juga menilai penyelenggaraan festival tidak semestinya berhenti sebagai tontonan atau ruang perayaan budaya. Festival kuliner perlu memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan transaksi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), penciptaan kesempatan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 110 kegiatan yang tergabung dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun atau tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rangkaian KEN 2025 juga mencatat 10,8 juta pengunjung serta melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja, 105.700 pelaku seni, 15.400 pengusaha UMKM, dan 4.900 komunitas.
Capaian tersebut menunjukkan kegiatan pariwisata tidak hanya menjadi ruang untuk merawat dan merayakan kebudayaan, tetapi, juga memiliki efek berganda bagi perekonomian melalui keterlibatan pengusaha UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta penguatan aktivitas ekonomi lokal.
Ni Luh juga menilai bahwa ACF 2026 menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Dia berharap festival itu dapat menjadi bagian dari penguatan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kekayaan gastronomi Nusantara sebagai daya tarik pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan Aceh Culinary Festival telah masuk dalam jajaran 10 besar KEN milik Kementerian Pariwisata selama empat kali.
Aceh Culinary Festival 2026 yang diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2026 melibatkan lebih dari 100 pengusaha UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif yang berasal dari Aceh, Jakarta, dan Bali. Hingga hari penutupan, jumlah kunjungan tercatat mencapai lebih dari 11.000 orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,5 miliar.
Menurut Dedy, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, hingga pengusaha UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Baca juga: Meunasah di Aceh Besar sediakan 200-an paket bubur khas Aceh
Baca juga: Festival Kuliner dan Seni Budaya Aceh digelar di Jakarta Selatan
Baca juga: Menikmati kuah beulangong dalam pertemuan warga Aceh se-Jabodetabek
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.