Timika (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini menyebut DU (23) salah satu dari sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang berhasil dievakuasi ke Timika, kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Mimika, Jalan Agimuga Mile 32.

Jermias Rontini di Timika, Senin, mengatakan korban dievakuasi dari Kampung Bela I menggunakan helikopter milik Polri.

"Ini adalah prinsip kemanusiaan yang kita lakukan dengan mengevakuasi salah satu korban sandera yang masih hidup. Selanjutnya, kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan," ujarnya.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, mulai dari personel Polri, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, hingga seluruh masyarakat Distrik Jila , Kampung Bela dan Alama atas dukungannya sehingga seluruh proses evakuasi dapat dilakukan secara optimal.

Baca juga: Satu dari sembilan korban penculikan di Jila dievakuasi ke Timika

Dengan berhasilnya evakuasi korban yang selamat ini, diharapkan dapat mengungkap tabir kasus penyanderaan yang terjadi di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026.

Saat ini, kata dia, korban sedang menjalani perawatan intensif dan belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami trauma pascakejadian tersebut.

"Tadi, dari wajah korban, trauma itu masih ada. Dengan upaya hari ini, kita bisa membuka tabir siapa yang melakukan penyanderaan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui apakah korban melarikan diri dari kelompok tersebut atau dilepas .

"Kami belum bisa memastikan apakah korban melarikan diri, korban belum bisa memberikan keterangan karena masih trauma," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa korban lain yang saat ini masih disandera oleh kelompok tersebut belum diketahui keberadaannya.

"Kita jemput cuma satu dan korban yang lain kami belum tahu. Kita tidak bisa berasumsi sebelum kita dalami keterangan dari saksi yang selamat," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan melaporkan proses evakuasi tersebut kepada Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

"Kami akan berkoordinasi dengan beliau , ke depannya seperti apa. Kita akan laporkan kepada pimpinan langkah-langkah penanganan selanjutnya," ujarnya.

Baca juga: Dinkes Mimika sebut tenaga kesehatan alami trauma pascakontak tembak

Baca juga: Kogabwilhan III salurkan bantuan kemanusiaan bagi warga di Jila

Baca juga: Pangdam Cenderawasih: TNI ambil langkah amankan warga Jila dari KKB

Pewarta: Marselinus Nara
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.