Nabire (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua Tengah memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan psikologis satu orang korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, yang berhasil dievakuasi ke Timika, Senin.
Kepala Polda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini di Timika, Senin, mengatakan korban bernama Nemerina Wamang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Jalan Amimuga Mile 32.
"Sejauh ini kita belum bisa memberikan kesimpulan apa saja yang dialami korban karena kita belum bisa meminta keterangan. Saat ini kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit sambil melihat perkembangan psikologis korban," katanya.
Ia mengatakan kondisi fisik dan psikologis korban menjadi perhatian utama sebelum kepolisian meminta keterangan terkait pengalaman selama berada dalam penyanderaan.
Menurut Kapolda, keluarga akan dilibatkan dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman dalam menyampaikan informasi.
Keterangan korban nantinya diharapkan dapat membantu kepolisian mengetahui keberadaan korban lainnya yang masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera serta mendukung upaya penyelamatan mereka.
"Kita upayakan satu orang saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan, di mana tujuh orang lainnya itu sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya," ujarnya.
Baca juga: Satu korban penyanderaan di Jila Mimika dirawat di RS Bhayangkara
Ia menjelaskan proses evakuasi Nemerina dari Kampung Bela 1 menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.
Kru helikopter Polri melakukan empat kali uji penerbangan sebelum memastikan kondisi memungkinkan untuk menuju lokasi penjemputan.
"Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban," katanya.
Kapolda menegaskan kepolisian masih berupaya menyelamatkan korban lainnya dan mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik baru antar kampung maupun antar kelompok.
Ia mengatakan kepolisian belum dapat memastikan secara rinci kondisi dan lokasi korban lainnya karena proses penyelamatan masih berlangsung.
Polda Papua Tengah juga mengapresiasi dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya serta pihak-pihak yang membantu membangun komunikasi sehingga proses evakuasi dapat dilakukan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Baca juga: Satu dari sembilan korban penculikan di Jila dievakuasi ke Timika
Baca juga: Polres Mimika benarkan sembilan perempuan disandera di Jila
Baca juga: Dandim Mimika : Penyanderaan di Jila adalah tindakan tidak manusiawi
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.