Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendorong penguatan kepastian pasokan energi bagi industri keramik nasional guna menjaga keberlanjutan produksi dan daya saing di tengah rencana ekspansi kapasitas yang terus meningkat.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto, dalam pernyataannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Senin, menyampaikan keterbatasan pasokan energi, yakni gas mulai berdampak langsung terhadap kegiatan produksi industri keramik.

Menurut dia, kondisi tersebut juga turut diikuti oleh kenaikan harga gas industri yang sebelumnya dalam harga gas bumi tertentu (HGBT) berada di kisaran 8 dolar AS per MMBTU meningkat menjadi sekitar 9 dolar AS per MMBTU.

Edy menilai keterbatasan pasokan dan kenaikan harga gas berpotensi mengganggu daya saing industri keramik nasional.

Padahal, pelaku usaha telah menyiapkan ekspansi kapasitas dalam jumlah besar yang membutuhkan kepastian ketersediaan energi.

Pada 2026, terdapat tambahan kapasitas produksi sekitar 38 juta meter persegi sehingga kapasitas terpasang industri keramik nasional meningkat dari 648 juta meter persegi pada 2025 menjadi 686 juta meter persegi.

Selanjutnya, tambahan kapasitas sekitar 72 juta meter persegi per tahun diproyeksikan masuk pada 2027 hingga semester I 2028.

Dengan demikian, kapasitas terpasang industri keramik nasional diperkirakan mencapai 758 juta meter persegi.

Ekspansi tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp12 triliun dan berpotensi menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja.

Oleh karena itu, menurut Edy, kepastian pasokan energi menjadi salah satu faktor penting agar rencana investasi dan peningkatan kapasitas tersebut dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus menyampaikan realisasi pasokan gas HGBT di Jawa bagian barat saat ini baru mencapai 88-90 persen dari alokasi yang ditetapkan dalam Kepmen ESDM Nomor 281.K/2026.

Menurut Yustinus, persoalan tidak hanya terkait volume pasokan, tetapi juga harga gas yang harus dibayarkan industri untuk kebutuhan di atas realisasi pasokan.

Baca juga: Asaki siapkan ekspansi kapasitas produksi, investasi hingga Rp10 T

Baca juga: Penerapan SNI berikan peluang industri keramik tingkatkan produksi

Baca juga: ASAKI: Penurunan harga LNG untuk industri pacu optimisme pelaku usaha

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.