pembangunan pascabencana perlu diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi NTT tidak sekadar sebagai komoditas, tetapi masuk dalam rantai nilai sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kupang (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pemulihan Flores pascagempa harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat ekonomi daerah dan pembangunan sumber daya manusia, selain membangun kembali infrastruktur yang rusak.

“Pembangunan fisik penting, membangun jalan penting, jembatan penting, bangun sawah penting, tapi membangun sumber daya manusia jauh lebih penting,” kata Rachmat di Kupang, Senin, dalam rapat strategis bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena di ruangan VIP Bandara El Tari Kupang.

Rachmat mengatakan pemerintah pusat berkewajiban mendukung pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana, termasuk dalam mempercepat proses pemulihan Flores setelah gempa.

“Saat ini kita sedang mengalami duka mendalam atas bencana alam gempa bumi di Flores, dan tentunya pada momentum ini juga menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana,” ujarnya.

Menurut Rachmat pembangunan pascabencana perlu diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi NTT tidak sekadar sebagai komoditas, tetapi masuk dalam rantai nilai sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menilai keterhubungan antarwilayah menjadi penting agar potensi ekonomi di satu daerah dapat menopang pertumbuhan daerah lainnya.

“Kalau saja ini dikerjakan dengan baik, lima tahun pasti berubah. Pembangunan tidak pernah bisa mengubah sesuatu secara besar seketika namun dari hal-hal sederhana,” kata Rachmat.

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan gempa Flores berdampak terhadap tujuh kabupaten yang secara keseluruhan berkontribusi sekitar 30-35 persen terhadap perekonomian NTT.

Pemerintah Provinsi NTT bersama tujuh kabupaten terdampak kini melakukan pendataan kerusakan yang mencakup rumah penduduk, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta berbagai infrastruktur lainnya sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melki menargetkan seluruh pendataan tersebut dapat diselesaikan pada September hingga awal Oktober 2026 dan selanjutnya dilakukan uji publik untuk memastikan akurasi serta validitas data sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan desain pemulihan Flores.

“Kita upayakan dari September ini sampai awal Oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK,” ujarnya.

Melki mengatakan rencana tersebut telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat bertemu di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Melki, Menko PMK menekankan pentingnya perencanaan pemulihan yang matang, termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sehingga momentum pascagempa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Flores.

Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Florentina mengatakan pemulihan pascagempa juga perlu ditempatkan dalam kerangka penataan pembangunan Flores secara terintegrasi.

Ia menyebut wilayah utara Flores merupakan salah satu koridor penting yang menghubungkan Labuan Bajo hingga Lembata. Pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium diharapkan dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, mendorong penyusunan rencana induk pembangunan Flores yang mengintegrasikan produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata, dan rantai pasok antarkabupaten.

Infrastruktur jalur Pantura Flores dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas serta distribusi barang dan jasa. Konsep tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan potensi ekonomi Flores dengan Sumba dan Timor.

Baca juga: Kemenkum NTT-DPR diskusi RUU Desain Industri di Kupang

Baca juga: Pansus DPR RI dorong desain industri jadi aset ekonomi NTT

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.