Purwokerto (ANTARA) - Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto menyoroti dampak hukum perkembangan akal imitasi (artificial intelligence/AI) melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) 2026 pada 15-16 September 2026..

Ketua Panitia ICOLGAS 2026 yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik FH Unsoed Prof Aryuni Yuliantiningsih mengatakan perkembangan teknologi informasi, khususnya AI, memunculkan berbagai persoalan hukum dan sosial yang perlu mendapat perhatian.

"Masalah kecerdasan artifisial tentu dapat menimbulkan akibat-akibat hukum, antara lain perubahan hukum dan sosial, perlindungan HAM, kesenjangan digital, dan lain-lain," katanya pada konferensi pers di Gedung Justisia Unsoed, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Senin,

Menurut dia, persoalan perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian dalam konferensi internasional yang diselenggarakan secara hibrida tersebut.

Dia mengatakan ICOLGAS 2026 mengangkat empat subtema, yakni kebijakan hukum dan tata kelola untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan; ketahanan ekosistem dan adaptasi perubahan iklim; AI dan tata kelola dalam sistem lingkungan serta pengelolaan data digital; serta isu-isu hukum relevan lainnya.

Konferensi internasional tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, India, Australia, dan Jepang, dengan 120 makalah yang dipresentasikan.

Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Dr Petra Mahy dari The University of Melbourne, Assoc Prof Hazmi Rusli dari Universiti Sains Islam Malaysia, Prof Miyuki Tsuyuki dari Teikyo University Jepang, Prof Dr Tedi Sudrajat dari Unsoed, Dr Parulian Paidi Aritonang dari Universitas Indonesia, dan Prof Dr Maskun dari Universitas Hasanuddin.

Dekan FH Unsoed Prof Riris Ardhanariswari mengatakan ICOLGAS menjadi forum untuk mengembangkan gagasan mengenai hukum, tata kelola, dan keadilan sosial sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat memberi manfaat bagi penyelesaian persoalan hukum.

"Ini adalah bentuk konsen kami, perhatian kami terhadap persoalan-persoalan hukum yang ada," katanya.

Terkait rencana kehadiran Ketua Mahkamah Agung RI Prof Sunarto sebagai pembicara kunci dalam konferensi tersebut, dia mengatakan FH Unsoed telah menerima informasi bahwa yang bersangkutan memiliki agenda mendadak di Jakarta.

"Awalnya kami sudah mendapatkan konfirmasi rencana beliau hadir. Namun, dalam perkembangan terbaru, kami mendapatkan informasi ternyata beliau memiliki agenda mendadak yang tidak bisa ditinggalkan di Jakarta," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu kepastian apakah materi Ketua Mahkamah Agung akan disampaikan melalui rekaman video ataukah secara daring.

ICOLGAS 2026 merupakan agenda tiga tahunan FH Unsoed yang sebelumnya telah diselenggarakan pada 2018, 2020, dan 2023.

Rangkaian kegiatan pada 16 September juga akan diisi studi lapangan ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap.

“Kami berharap hasil pembahasan dalam ICOLGAS 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan dan penyelesaian berbagai persoalan hukum,” kata Prof Riris.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.