Banda Aceh (ANTARA) - Dua dari 13 korban luka-luka akibat tanah longsor di Kampung Sanehen, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9) dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Kedua korban yang dirujuk ke RSUDZA tersebut membutuhkan perawatan intensif. Sementara 11 lainnya masih dirawat di RSUD Datu Beru Takengon,” kata Kabid Darlog, Damkar dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Iwan Ilham Abadi dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Kedua korban yang dirujuk ke RSUDZA karena patah kaki masing-masing Rosita (61) dan Juriani (25) dalam kondisi hamil. Sedangkan satu korban meninggal dunia Nazila telah dimakamkan.
Ia mengatakan sebagai langkah cepat dan komitmen pemerintah terhadap penanganan bencana, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga juga telah menjenguk langsung korban tanah longsor yang dirawat di RSUD Datu Beru dan juga melayat ke rumah duka korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui BPBD, Dinas Sosial, serta Baitul Mal setempat juga telah menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang rumahnya terdampak tanah longsor.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memberikan perhatian serius untuk seluruh korban bencana tanah longsor yang mengakibatkan 13 orang luka-luka, satu orang meninggal dunia serta empat rumah rusak akibat musibah tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemkab Aceh Tengah Mustafa Kamal menyatakan tanah longsor yang dipicu hujan deras mengakibatkan Nazila seorang anak berusia sembilan tahun meninggal dunia dan 13 warga lainnya luka-luka akibat tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9).
"Korban meninggal dunia akibat tanah longsor sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje dan 13 warga luka-luka dirawat di Rumah Sakit RSUD Datu Beru," katanya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.