Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 30 warga terpaksa mengungsi ke gereja akibat banjir yang melanda Tukka, Tabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
"Sebanyak 30 orang mengungsi di Gereja HKBP Sipange," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin.
Dia memastikan warga yang mengungsi saat banjir melanda pada Minggu (13/9) sore itu dalam pendampingan tim petugas gabungan.
Baca juga: Cegah banjir-longsor susulan, BNPB perbaiki tebing sungai di Sipange
Selain itu, BNPB menerima laporan bahwa petugas gabungan juga telah mendampingi penyintas bencana banjir yang menggenangi wilayah Kelurahan Lopian dan Kelurahan Sarudik.
Menurut dia, pendampingan dilakukan oleh tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah meskipun saat ini banjir dilaporkan sudah mulai berangsur surut.
Pemerintah daerah dan masyarakat Tapanuli Tengah dalam hal ini diingatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca hujan intensitas deras yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan sehingga dapat meminimalkan risiko bencana serupa.
"Terus melakukan pemantauan di lapangan serta mendampingi kebutuhan dasar," kata dia.
Baca juga: Tito: Sabo dam perkuat perlindungan warga Tapteng dari banjir
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.