Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengumpulkan tim ahli di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk merawat siswi terduga korban Makan Bergizi Gratis asal Karo, Sumatera Utara.

"Saya sudah mengumpulkan tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden (Gibran Rakabuming)," kata Menkes Budi ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Budi menjelaskan tim ahli yang dikumpulkan, yaitu dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, dan ahli penyakit dalam.

Selain itu, kolegium anak juga dipanggil untuk melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.

"Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahli yang menjawab," jelasnya.

Menurut Menkes, hasil pemeriksaan akan keluar dalam satu atau dua hari ke depan.

Sebelumnya, dua siswi asal Karo yang diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG, Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Slitonga Febiola, dipindahkan perawatannya dari Sumatera Utara ke RSCM, Jakarta.

Keduanya diberangkatkan pada Sabtu (12/9) menggunakan pesawat komersial dengan didampingi oleh orang tua dan tenaga medis.

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasien mendapat pemeriksaan, dan penanganan medis lebih lanjut secara optimal," ucap Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution setelah mengantarkan kedua pasien di Bandara Internasional Kualanamu.

Bobby menjelaskan langkah itu diambil atas arahan Wapres Gibran dan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan korban mendapat pelayanan kesehatan secara optimal.

Baca juga: Gubernur Sumut: Perawatan pasien terduga korban MBG di RSCM Jakarta

Baca juga: Wapres Gibran kunjungi dua siswa diduga keracunan MBG di Berastagi

Baca juga: Gibran bawa dokter pribadi bantu tangani korban keracunan di Karo

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.