Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin, mengatakan bahwa penanganan perlu diperkuat untuk mencegah api meluas ke kawasan konservasi, terlebih terdapat sejumlah lokasi di desa tersebut yang sulit dijangkau petugas.
"Karena desa tersebut berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, serta di desa itu terdapat lokasi yang sulit dijangkau," katanya.
Dia juga meminta aparatur desa diperkuat dalam penanganan karhutla dengan melibatkan masyarakat setempat. Aparatur desa diharapkan menjadi penggerak sekaligus koordinator masyarakat ketika terjadi kebakaran.
Nurhidayah juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kesehatan personel yang bertugas di lapangan. Penanganan karhutla membutuhkan waktu, tenaga dan daya tahan tinggi sehingga keselamatan serta kondisi petugas harus menjadi perhatian.
Berdasarkan rekapitulasi Posko Penanganan Karhutla Kobar hingga 8 September 2026, tercatat 2.711 titik panas (hotspot) dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.958,73 hektare sejak 1 Januari 2026. Kejadian karhutla terbanyak tercatat pada Agustus.
Untuk menangani kondisi tersebut, kekuatan operasional karhutla di Kobar saat ini melibatkan 531 personel, 60 unit sarana dan prasarana, serta 19 unsur/instansi.
Kekuatan tersebut antara lain berasal dari Polres Kobar, Brigif, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI AU, tenaga kesehatan, Huma Singgah Itah, Kodim 1014, Dinas Sosial/Tagana, Damkar, RAPI, ASN dari berbagai perangkat daerah dan unsur lainnya.
Nurhidayah mengatakan penanganan karhutla di Kobar secara umum telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Koordinasi dan komunikasi antarpihak juga terus diperkuat, terutama dalam menangani titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau.
"Untuk penanganan ini, memang kita perlu gotong royong dalam menjaga kondisi kualitas udara di Kobar tetap sehat bagi masyarakat. Dengan kekompakan, kita akan lebih mudah menangani berbagai kendala yang ada," kata Nurhidayah.
Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.